Beranda Keislaman Muamalah Terima Kasih NU dan Muhammadiyyah, Perpres Tentang Investasi Miras Dicabut

Terima Kasih NU dan Muhammadiyyah, Perpres Tentang Investasi Miras Dicabut

Harakah.id Menurut analisa kami, hal ini menunjukkan bahwa kedua organisasi inilah yang paling besar perannya dalam mempengaruhi keputusan pencabutan perpres tersebut. Terima kasih NU dan Muhammadiyah, Presiden membatalkan Perpres tentang legaltias investasi Miras.

Dalam pidato pencabutan Perpres no 10 tahun 2021 tentang legalitas investasi miras, bapak presiden Jokowi menyebutkan semua pihak yang telah memberikan masukkan dan arahan secara umum saja. Hanya ada dua organisasi besar (selain MUI) yang disebutkan secara ta’yin (spesifik/disebut namanya secara jelas), yaitu Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyyah.

Menurut analisa kami, hal ini menunjukkan bahwa kedua organisasi inilah yang paling besar perannya dalam mempengaruhi keputusan pencabutan perpres tersebut (tentu tanpa menihilkan peran organisai atau tokoh yang lain). Secara fakta, kedua organisasi ini memang termasuk organisasi besar tidak hanya dilihat dari jumlah pengikutnya yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia, tapi juga perannya dalam dakwah Islam, sosial ekonomi, serta kontribusinya dalam ikut memperjuangkan, mengawal, merawat NKRI. Jadi sangat wajar jika pemerintah lebih mendengar dan memperhitungkan suara keduanya.

Tanpa keduanya (setelah kehendak Allah tentunya), mungkin jadi perpres tersebut masih eksis. Suara dan upaya yang lain jelas ada, tapi ‘gong’ nya ada di keduanya. Kedua organisasi ini merupakan mitra pemerintah yang memiliki kedudukan istimewa . Tokoh-tokohnya banyak dari kalangan alim ulama dan akademisi, dikenal luas oleh rakyat Indonesia, dan sebagiannya masuk di pemerintahan bahkan menduduki posisi yang penting dan strategis. Peran keduanya tidak hanya saat ini saja, tapi sejak zaman perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Kekurangan ? Tentu saja ada. Tidak ada yang sempurna di semesta ini karena kesempurnaan hanya milik Allah. Jadilah mitra yang baik bagi keduanya untuk memperbaiki kekurangan tersebut dengan cara yang paling baik, beradab, dan elegan dengan didasari rasa cinta. Terlebih, perkara-perkara yang “dianggap” sebagai kesalahan atau kekurangan sering kali hanyalah masalah khilafiyyah yang seharusnya bisa ditolerir, atau dilakukan oleh oknum yang tidak bisa untuk dihukumi secara general, atau sekedar reaksi (hak jawab) karena adanya aksi (tuduhan) sebelumnya. Hal-hal seperti ini tidak hanya ada pada keduanya, tapi hampir ada pada setiap kelompok.

Jangan sampai kekurangan tersebut menjadikan kita anti pati dan membenci keduanya. Ingat ! kekurangan yang ada hanyalah setitik debu dibandingkan dengan jasa dan kontribusi kebaikan yang telah mereka berikan kepada umat dan bangsa ini. Predikat baik bukan untuk yang tidak punya kekurangan, tapi untuk yang kebaikannya lebih dominan dari kekurangannya. Inilah keadilan.

Sehingga menurut hemat kami, sangat merugi jika umur dan engergi dihabiskan hanya untuk mencari-cari kesalahan keduanya walaupun dikemas dengan lebel “amar ma’ruf nahi mungkar” atau “nasihat”. Yang sangat dikhawatirkan hakikatnya hanyalah hawa nafsu untuk melampiaskan kebencian dan dendam pribadi yang ada di dalam hati. Jujur dan bertanyalah kepada hati, karena ia tidak pernah bohong. Sabda Nabi : “Minta fatwalah kepada hatimu !” .

Terima kasih NU dan Muhammadiyyah. Semoga Allah senantiasa menjaga kalian semua serta membalas amal kebajikan kalian dengan pahala berlipat kelak di hari Kiamat. Jazakumullah khairan ahsanal jaza’. Amin ya Rabbal ‘alamin. (Abdullah Al-jirani)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...