Beranda Khazanah Ternyata Ada 6 Cara Menetapkan Awal Puasa 1 Ramadan - Sidang...

Ternyata Ada 6 Cara Menetapkan Awal Puasa 1 Ramadan – Sidang Isbat 2022

Kita menunggu sidang isbat tiap tahun, tak kecuali sidang Isbat 2022, untuk menentukan awal puasa 1 Ramadhan, yang digelar Pemerintah melalui Kemenag RI.

Begitu pula pada tiap akhir Ramadhan untuk menentukan 1 Syawal. Penetapan pemerintah tentang awal Ramadan dan Idul Fitri digelar, salah satunya, karena ternyata ada beragam cara menetapkan awal Ramadan dan Idul Fitri. Karena itu pemerintah pun menggelar Sidang Isbat 2022.

Di dalam hadis terdapat beberapa riwayat yang berbeda mengenai penetapan awal Ramadan. Meski berbeda, akan tetapi makna yang dikandung memiliki kesamaan yakni penetapan awal bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya ditetapkan dengan dua cara.

Pertama, dengan melihat hilal. Kedua, dengan menggenapkan 30 hari jika hilal tertutup atau tidak terlihat. Sebagai informasi, hitungan kalender Qamariyyah atau Hijriyah hanya antara 29-30 hari.

Salah satu hadis yang membahas tentang penetapan awal puasa Ramadan adalah berikut:

لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ ، وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah kalian puasa (Ramadan) sampai kalian melihat hilal, dan janganlah kalian berbuka sampai kalian melihatnya maka jika (hilal) tertutup atas kalian, maka perkirakanlah.” [HR. al-Bukhari, Muslim dan Abu Dawud].

Menurut Kiai Ali Mustafa Yaqub dalam kitab Itsbat Ramadhan wa Syawwal wa Dzil Hijjah ‘ala Dhau’ al-Kitab wa al-Sunnah di Indonesia ada beberapa model penetapan awal bulan Ramadhan sebagai berikut:

  1. Thariqah rukyah hilal (metode melihat hilal)

Apabila hilal terlihat dengan mata kepala, meski menggunakan alat, maka awal bulan Ramadhan telah dimulai, sebaliknya jika tidak maka digunakan metode kedua.

2. Thariqah ikmal al-‘iddah (metode menyempurnakan hitungan)

Yaitu menyempurnakan hitungan bulan sebelumnya, yakni bulan Sya’ban genap 30 hari. ini terjadi ketika hilal bulan Ramadhan belum terlihat. Diketahui bahwa mayoritas umat Islam Indonesia menggunakan dua metode ini, baik pemerintah maupun beberapa ormas Islam lainnya.

Baca Juga: Mengenal Hisab Rukyat Sebagai Metode Penetapan Tahun Hijriyah

3. Thariqah wujud hilal (metode wujud hilal)

Metode ini biasa digunakan dengan perhitungan falak atau astronomi. Artinya jauh-jauh hari, awal bulan Ramadhan sudah bisa ditentukan dengan perhitungan-perhitungan tersebut. Ada semacam taksiran bahwa pada hari dan tanggal kesekian posisi hilal sudah pada posisi –misalnya- satu derajat di atas ufuk, dengan demikian meskipun secara kasat mata tidak terlihat, namun bulan baru Ramadhan sudah bisa ditetapkan. Dan artinya puasa juga harus sudah dilaksanakan. Demikian juga berlaku pada bulan-bulan lainnya, seperti bulan Syawwal dan Dzul Hijjah.

4. Thariqah imkaniyah al-rukyah (metode probabilitas melihat hilal)

Hampir sama dengan metode ketiga, metode keempat ini juga bisa diketahui oleh ilmu astronomi. Bedanya hanya pada derajat posisi hilal. Jika jauh-jauh hari posisi hilal sudah akan terlihat pada –misalnya- 10 derajat yang memungkinkan bisa dilihat oleh mata kepala, maka meskipun hilal tertutup oleh mendung, tetap saja awal bulan Ramadhan sudah akan dimulai.

Secara sederhana perhitungan derajatnya disesuaikan apakah orang-orang dengan hanya melihat dengan mata kepala, apakah sudah bisa apa belum? Ketika telah dihitung derajatnya memungkinkan, maka bulan Ramadhan sudah bisa ditetapkan. Dengan demikian, jika hanya satu derajat, maka itu tidak memungkinkan untuk dilihat, alhasil harus digenapkan 30 hari.

5. Thariqah dzauq al-Syaikh (Metode perhitungan Syekh)

Di beberapa tempat di Indonesia, masih ada yang menggunakan metode ini. Yakni ketika seorang syekh tertentu merasa bahwa bulan Ramadhan telah tiba, maka pengikutnya sudah harus menjalankan puasa Ramadhan. Namun hanya sedikit sekali yang memraktekkannya.

6. Thariqah itba’ ahl Makkah (Metode mengikuti penduduk Mekah)

Sama dengan metode dzauq, metode ini juga sedikit sekali digunakan di indonesia. Metode ini mengacu kepada penduduk Mekah, ketika mereka telah melaksanakan bulan Ramadhan, seketika itu di Indonesia juga sudah masuk bulan Ramadhan.

Baca Juga: Mendamaikan [Kembali] Hisab dan Rukyat, Dua Metode Penentuan Awal-Akhir Bulan Dalam Penanggalan Hijriyah

Demikianlah beberapa perbedaan metode yang digunakan di Indonesia berkaitan dengan penetapan awal bulan Ramadhan. Apapun metodenya, tidak ada alasan bagi kita sesama muslim untuk saling memusuhi satu sama lain.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...