Beranda Khazanah Ternyata Manusia Punya 8 Indera, Apa Saja? Ini Penjelasan Ibnu Sina

Ternyata Manusia Punya 8 Indera, Apa Saja? Ini Penjelasan Ibnu Sina

Harakah.id – Kita mengenal panca indera atau lima indera pada manusia. Ternyata itu kurang tepat. Inilah indera keenam, tujuh bahkan delapan, kata Ibnu Sina

Setidaknya, dalam perkembangan sistem pengetahuan manusia, terdapat tiga alat utama untuk dapat mengakses dan menghasilkan suatu bentuk pengetahuan, yaitu indera (senses), akal (reason), dan intuisi (intuition).

Pada suatu kesempatan, tepatnya saat menjadi narasumber pada fokum diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Kajian Konklusi pada 26 Juni 2022 bertema “Epistemologi Ibn Sina” saya menjelaskan tentang sistem pengetahuan yang bersumber dari indera manusia, sebagai berikut:

Secara kebahasaan, organ indera (senses organ) adalah struktur tubuh –atau bagian tubuh tertentu— yang dipengaruhi oleh stimulus dengan sedemikian rupa untuk memulai gelombang eksitasi pada serabut saraf sensorik terkait yang menyampaikan impuls spesifik ke sistem saraf pusat di mana impuls tersebut ditafsirkan sebagai sensasi yang sesuai; reseptor. Dalam terminologi epistemologi, indera adalah seperangkat alat yang berada di dalam tubuh yang berfungsi untuk dapat mempersepsi sesuatu. Sedangkan persepsi adalah respon terhadap dunia (a response to the world).

Baca Juga: Pesan Untuk Pesulap Merah, Belajar Sulap Juga Haram, Ini Penjelasan Ulama

Dalam sistem pengetahuan Ibn Sina, indera (senses) terbagi ke dalam dua bagian, pertama indera eksternal (al-hiss al-dzahir) dan kedua indera internal (al-hiss al-bathin). Kedua indera tersebut menurut Ibn Sina, kedua-duanya bekerja sama dalam membentuk sistem pengetahuan manusia ketika indera tersebut bersentuhan terhadap suatu objek materi. Artinya ada suatu proses internalisasi objek yang ditangkap oleh indera eksternal yang kemudian diolah melalui indra internal.

Adapun indera-indera eksternal yang dimiliki oleh manusia meliputi:

Pertama, penglihatan (al-basr), yaitu daya yang terletak di dalam saraf berongga untuk mempersepsi bentuk yang tercetak pada cairan beku dari kerangka fisik berwarna dalam fisik tipis yang sampai ke permukaan fisik yang mengkilap.

Kedua, pendengaran (al-sam’), yaitu daya yang terletak di dalam saraf yang tersebar di dalam permukaan lubang telinga untuk mempersepsi bentuk yang sampai kepadanya melalui gelombang udara yang menekan antara yang mengenai dan yang dikenai yang melawan tekanannya dengan kuat sehingga menghasilkan bunyi, lalu secara bergelombang sampai ke udara yang terkurung dan tenang di dalam rongga telinga dan menggerakannya, sehingga gelombang-gelombang gerakan itu menyentuh sarap.

Ketiga, penciuman (al-sham), yaitu daya yang terletak di dalam dua tonjolan yang menyerupai piting susu pada bagian depan otak untuk mempersepsi apa yang dihantarkan dadanya olehnya pada udara yang menghirup aroma yang bercampur dengan uap atau yang tercetak padanya dari benda yang beraroma.

Keempat, pengecapan (al-dzauq), yaitu daya yang terletak pada sarap yang tersebar pada lidah untuk mempersepsi rasa yang dilepaskan dari benda-benda yang bersentuhan dengannya, yang bercampur dengan cairan tawar di padanya, lalu memindahkannya.

Kelima, perabaan (al-lams), yaitu daya yang terletak pada seluruh saraf kulit tubuh dan dagingnya untuk mempersepsi sesuatu yang disentuh dan terpengaruh oleh hal yang kontradiksi serta perubahan campuran dan keadaannya. Daya ini tidak serupa dari segi spesies dan genus dengan empat daya yang lain yang sama-sama terdapat pada seluruh kulit. Yang pertama menentukan kontradiksi antara panas dan dingin, basah dan kering, keras dan lunak, dan kasar dan halus; yang kedua menentukan kontradiksi antara kering.

Sedangkan indera-indera internal sebagaimana berikut:

Pertama, phantasia, yaitu indra bersama (al-hiss al-mushtarak). Ia merupakan daya yang terletak di rongga depan otak. Dengan esensinya, fakultas ini menerima seluruh bentuk yang sampai dan tercetak pada panca indera.

Kedua, imajinasi (al-khayāl) dan formatif (al-mutasawwirah) adalah daya yang terletak di rongga depan otak. Fakultas ini menyimpan apa yang diterima indera bersama dari lima indera partikular dan tetap berada di sana setelah objek yang terindera hilang. Perlu diketahui, bahwa penerimaan oleh suatu fakultas tanpa fakultas ini yang berfungsi untuk menyimpan, anggaplah hal itu seperti air, karena air memiliki daya untuk menerima lukisan tetapi tidak memiliki daya untuk menyimpannya.

Ketiga, imajinatif (al-mutakhayyilah) yang berkaitan dengan jiwa hewani dan fakultas kogitatif yang berkaitan dengan jiwa insani. Ini adalah fakultas yang terletak di rongga tengah otak. Fungsi fakultas ini adalah mengombinasikan sebagian objek yang ada dalam imajinasi dengan sebagian yang lain, dan memisahkan sebagiannya dari sebagian yang lain, atas kehendak sendiri.

Keempat, estimasif (al-wahmiyah) yang terletak di ujung rongga tengah otak besar. Fakultas estimasi berfungsi mempersepsi makna-makna bukan objek yang terindera yang ada dalam objek-objek partikular yang terindera.

Kelima, memori (al-hāfizah) yang terletak di rongga ujung otak besar. Fakultas memori berfungsi menyimpan sesuatu yang dipersepsi oleh fakultas estimasi berupa makna-makna bukan objek yang terindera yang ada dalam objek-objek partikular yang terindera. Hubungan fakultas memori terhadap fakultas estimasi adalah seperti hubungan antara fakultas yang disebut imajinasi terhadap indera, dan hubungan fakultas tersebut terhadap makna-makna adalah seperti hubungan fakultas ini terhadap bentuk-bentuk yang terindera.

Baca Juga: Ilmu Rasional Itu Bersifat Syar’i, Ini Penjelasan Ibn Sina

Ibn Sina menyatakan bahwa mempersepsi dengan menggunakan indera eksternal berfungsi untuk mendapatkan bentuk-bentuk tertentu mengenai suatu objek yang darinya ia mendapatkan suatu kondisi keakraban dengan beberapa objek indra tersebut dalam preferensi kepada yang lain, dan dengan menemukan beberapa lebih menjijikkan daripada yang lain. Kalau tidak demikian, seseorang tidak akan bisa membedakan antara peristiwa yang terlihat dan untuk menjaga dari pekerjaan dengan hal-hal yang menyebabkan kerusakan, dan kemampuan persepsi indra akan benar-benar berlebihan.

Adapun bagian dari mempersepsi dengan menggunakan indra internal berfungsi untuk mendapatkan makna-makna tertentu dari suatu objek yang dengannya ia dapat menemukan suatu bentuk kenikmatan imajinasi yang tenang dan sejenisnya –atau sebaliknya— ketika makna-makna dari objek tersebut hadir di dalam dirinya. Francis Hutcheson menyatakan bahwa keberadaan indera internal berkapasitas untuk memberikan tanggapan persepsi terhadap konsep yang bertentangan dengan persepsi objek fisik. Di antara contoh-contoh pengetahuan yang dihasilkan oleh indera internal semisal pengetahuan tentang rasa takut (afraid), kehormatan (honor), simpati (sympathy), moralitas (morality), keindahan (beauty), dan lain sebagainya.

***

Setelah selesai memaparkan materi, lantas moderator bertanya: “bukankah Ibn Sina menyatakan bahwa indera eksternal yang dimiliki oleh manusia berjumlah delapan?” Sontak, saat itu saya benar-benar terdiam sejenak dan kebingungan atas pertanyaan itu, serta merasa bahwa pertanyaan itu mengada-ngada. Soalnya, sudah bertahun-tahun menjadi seorang pengkaji Ibn Sina, saya belum pernah menemukan pernyataan Ibn Sina yang menyatakan bahwa indera eksternal manusia jumlahnya ada delapan.

Ternyata memang benar adanya, saya yang keliru, dan kurang teliti dalam membaca literatur-literatur Ibn Sina.

Di dalam al-Najat  –dan kitab-kitab lainnya yang tekait dengan bagian pembahasan  jiwa (al-nafs)— Ibn Sina memberikan semacam petunjuk bahwa sesungguhnya indera eksternal tidak hanya sebatas lima (5) jenis, melainkan ada delapan (8). Namun demikian, ia tidak secara terperinci menjelaskan tiga (3) jenis indera eksternal lainnya. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Ibn Sina, kata Fazlur Rahman, semacam menyisakan teka-teki atau satu pertanyaan terbuka (open question) yang membutuhkan jawaban yang pasti. 

Kemudian saya berselancar di dunia maya, guna mendapatkan jawaban prihal apa yang telah diisyaratkan oleh Ibn Sina bahwa Indera manusia itu memang ada delapan. Bukan Pancaindera, melainkan Astaindera.

Baca Juga: Ibn Al-Haitsam, Spektrum Cahaya dan Kilas Sejarah Penemuan Lensa

Dan ketemulah jawabannya. Tiga sistem sensor pada indera eksternal lainnya yang telah teridentifikasi oleh sains modern –dan mungkin inilah yang dimaksud oleh Ibn Sina— adalah:

Pertama, vestibular, yaitu sistem sensor berkontribusi pada keseimbangan dan orientasi dalam ruang. Ini adalah sistem terkemuka yang memberi tahu kita tentang gerakan dan posisi kepala terhadap gravitasi. Sistem vestibular mengirimkan sinyal terutama ke bagian saraf otak yang mengontrol gerakan mata kita, dan yang membuat kita tetap tegak.

Kedua, proprioception, yaitu sistem sensor sebagai penopang dan penggerak otot. Sistem proprioseptif ini mampu untuk merasakan posisi, lokasi, orientasi, dan gerakan otot dan persendian tubuh. Proprioception memberi kita rasa posisi relatif dari bagian tubuh yang berdekatan dan upaya yang digunakan untuk menggerakkan bagian tubuh. Proprioception diaktifkan oleh input ke proprioceptor di pinggiran tubuh. Indera proprioseptif menggabungkan informasi sensorik dari neuron di  telinga bagian dalam  (mendeteksi gerakan dan orientasi) dan reseptor peregangan  di  otot  dan ligamen pendukung sendi untuk berdiri.

Ketiga, interoception, yaitu sistem sensor yang mengacu pada sensasi yang berhubungan dengan kondisi fisiologis/fisik tubuh. Interoceptors adalah sensor yang memberikan rasa apa yang organ internal kita rasakan. Lapar dan haus adalah contoh dari indera ini. Interoception mendeteksi respons yang memandu regulasi, termasuk rasa lapar, detak jantung, pernapasan, dan eliminasi. Stimulasi interoseptif dideteksi melalui ujung saraf yang melapisi selaput lendir pernapasan dan pencernaan. Interoception bekerja dengan indra vestibular dan proprioseptif untuk menentukan bagaimana individu memandang tubuh mereka sendiri. Interosepsi yang termodulasi dengan baik membantu individu mendeteksi sensasi proprioseptif dan vestibular secara normal.

Baca Juga: Dari Logika Sampai Anatomi Tubuh Manusia, Mengenal Ilmuan Cemerlang Bernama Ibnu Sin

Misalnya, jika seseorang merasa jantungnya berdebar-debar, sementara tidak nyaman, trauma dari stimulasi tidak mungkin; rangsangan juga tidak akan diinginkan. Hal yang sama berlaku untuk rasa lapar dan haus, serta perasaan ingin buang air kecil atau buang air besar. Interoception dikaitkan dengan kontrol motorik otonom, dan berbeda dari mechanoreception (di kulit) dan proprioception (di otot dan sendi). Interoception terletak di insula posterior dorsal dan menciptakan perasaan yang berbeda dari tubuh termasuk nyeri, suhu, gatal, sensasi otot, lapar, haus, dan kebutuhan akan udara. Pada manusia, aktivitas interoseptif utama terjadi di insula anterior kanan, yang memberikan dasar bagi perasaan subjektif dari kesadaran emosional seseorang.

*** Atas pengalaman ini, saya tersadar bahwa dalam melakukan pengkajian dan penelitian atas pemikiran seseorang –seahli apapun kita dalam bidang tertentu—, tentunya kita jangan pernah pernah merasa puas. Kita dituntut harus menerima ragam masukan dan kritikan dari pihak luar, karena pemahaman kita atas suatu hal belum tentu benar adanya. []

*Dani Ramdani, Dosen Filsafat Prodi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Pamulang

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...