Beranda Keislaman Hikmah Ternyata Para Nabi Masih Melaksanakan Salat dan Menunaikan Haji Di Alam Barzakh

Ternyata Para Nabi Masih Melaksanakan Salat dan Menunaikan Haji Di Alam Barzakh

Diriwayatkan Imam Muslim, di antara ibadah para Nabi di alam kubur adalah salat dan menunaikan haji.

Harakah.idPara Nabi adalah manusia pilihan. Allah mengutus mereka menyampaikan petunjuk kepada umat. Tidak hanya melalui kata-kata, seperti ceramah, mengeluarkan kata-kata bijak yang kalau pada hari ini menjadi quote-quote harian atau semacamnya. Mereka juga memberi contoh melalui prilaku keseharian serta dalam beribadah kepada Allah. Mengenai hal terakhir, yakni ibadah, ternyata tak hanya mereka jalankan semasa di dunia melainkan hingga di alam barzakh.

- Advertisement -

Sebagaimana keterangan dari hadis yang diriwayatkan Imam Muslim. Di antara ibadah para Nabi di alam kubur adalah salat dan menunaikan haji.

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Aku melewati Musa di malam saat aku Isra’ di dekat hamparan tanah merah, ternyata Musa berdiri seraya salat di kuburnya.”

Berkenaan dengan pelaksanaan salat semacam ini, ternyata itu dilakukan bukan hanya oleh Nabi Musa AS, namun semua Nabi. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi, para Nabi ini senantiasa melaksanakan salat.

Sementara informasi mengenai kegiatan ibadah haji yang dilakukan para Nabi di alam kubur berdasar pada hadis riwayat Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melewati lembah Azraq. Nabi bertanya, “Lembah apa ini?” Mereka menjawab, “Lembah Azraq”. Nabi bersabda, “Aku seperti melihat Musa alaihis salam turun dari bukit, dengan suara keras ia membaca Talbiyah kepada Allah.” Kemudian Nabi melewati bukit Harsya. Nabi bertanya, “Ini bukit apa?” Sahabat menjawab bahwa itu adalah bukit Harsya. Nabi bersabda, “Aku seperti melihat Yunus bin Matta alaihis salam di atas unta merah yang gemuk, memakai jubah bulu hewan, tali kendali adalah rumput kering. Ia membaca Talbiyah.”

Kematian bukanlah akhir sebenarnya dari kehidupan. Sebagai seorang yang beriman, kita percaya bahwa dunia ini hanya merupakan satu dari sekian alam yang ditempati atau dilewati manusia.

Sebelum lahir ke dunia, seorang manusia berada di alam rahim, bahkan jauh sebelum itu berada di alam ruh. Ketika meninggal dunia, hidup manusia berpindah ke alam barzah. Sesudah itu masih ada beberapa alam atau tempat persinggahan, seperti padang mahsyar, kemudian pada yaumul mizan, hingga akhirnya pada masanya akan berada di surga atau neraka di akhirat sana.

Baca Juga: Hukum Ziarah ke Makam Nabi

Setiap orang akan mendapatkan kondisi dan situasi yang berbeda di setiap alam-alam yang akan datang itu. Para Nabi dan orang-orang shaleh menjalaninya, salah satunya dengan beribadah seperti shalat dan ibadah haji.

Kemudian orang-orang mukmin, sebagaimana dikatakan Nabi Muhammad Saw akan ditempatkan di taman yang hijau nan lapang, terang laksana malam purnama. “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “orang mukmin dalam kuburnya itu berada dalam taman yang hijau, dan dilapangkan baginya tujuh puluh hasta. Ia memperoleh sinar bulan purnama.”

Beda dengan orang-orang kafir. Mereka amat tersiksa dan berharap dapat memperbaiki keadaan dengan cara minta dikembalikan ke dunia. “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada se seorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan, dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS al-Mukminun [23]: 99-100).

Baca Juga: Tiga Tanda Seseorang Memperoleh Predikat Haji Mabrur

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...