Beranda Keislaman Hadis Tidak Hanya Sahih Dan Sunan, Ada Beragam Model Penulisan Kitab Hadis yang...

Tidak Hanya Sahih Dan Sunan, Ada Beragam Model Penulisan Kitab Hadis yang Wajib Kamu Tahu!

Harakah.id Berbagai literatur hadis yang sampai ke kita hari ini, terbukti memberikan gambaran kalau model penulisan kitab hadis begitu kaya. Inilah ragam model penulisan kitab hadis yang wajib kamu tahu!

Berapa kitab hadis yang kamu ketahui? Asal kamu tahu, kitab hadis tidak hanya enam seperti Kutubus Sittah, ada banyak sekali kitab hadis yang bertebaran, yang sebenarnya sudah bisa kita akses dan baca. Yang menarik dari banyaknya kitab hadis adalah metode dan model penulisannya. Ada kitab hadis yang memuat tema-tema begitu lengkap mulai dari shalat hingga hadis-hadis makanan-minuman. Namun ada juga kitab hadis yang hanya berisi hadis-hadis ibadah saja.

Skema dan model penulisan kitab hadis biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan dan kecenderungan penulisnya. Ada penulis kitab hadis yang lebih suka kalau kitabnya disusun sesuai dengan nama sahabat. Ada penulis kitab hadis, seperti Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, yang lebih memilih membagi tebaran hadisnya dalam tema-tema dan hanya menyajikan riwayat-riwayat yang menurut mereka sahih saja. Ada juga kitab hadis yang disusun dan disajikan dengan aroma fiqih yang sangat kental, yang oleh penulisnya mungkin dibuat untuk memudahkan pembaca menyimpulkan hukum dari pemahaman terhadap sebuah hadis.

Baca Juga: Tidak Sahih, Tapi Tidak Daif, Inilah Biografi Hadis Hasan yang Harus Kamu Ketahui

Mengetahui model-model penulisan kitab hadis tentu saja akan memudahkan seseorang untuk melacak hadis di kitab-kitab tertentu. Trik mencari hadis di kitab-kitab musnad tentu saja jauh berbeda dengan cara mencari hadis di kitab-kitab jami’ atau sunan. Berikut beberapa model penulisan kitab hadis yang dominan kita temukan hari ini;

  1. Kitab Jami’ atau Jawami’

Karakteristik kitab model jami’ adalah kitab hadis tersebut mengumpulkan semua bab hadis; mulai dari aqidah, fiqih, sejarah, dan adab atau akhlaq. Seperti misalnya kitab al-Jami’ as-Shahih karya Imam Bukhari (w. 256 H), al-Jami’ as-Shahih karya Imam Muslim (w. 261 H), Jami’ at-Tirmidzi karya Imam at-Tirmidzi (w. 279 H).

  1. Kitab Muwatta’at atau Muwatta’

Muwatta’ secara bahasa artinya yang tersepakati. Yakni sejenis kitab hadis yang telah diuji validitasnya oleh consensus ulama di zamannya. Kitab model muwatta’ biasanya disusun sesuai dengan bab fiqih. Isinya pun beragam; hadis marfu’, mauquf dan maqthu’. Artinya kitab ini tidak hanya menyuguhkan Hadis Nabi, namun juga Atsar Shahabat dan Tabiin. Pengertian muwattha’ ini sama persis dengan pengertian mushannaf.

Contohnya adalah kitab Muwattha’ karya Imam Muhammad bin Abdurrahman atau terkenal dengan Ibnu Abi Dziab (w. 158 H), kitab Muwattha’ karya Imam Malik bin Anas (w. 179 H), kitab Muwattha’ karya Imam Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad al-Maruzi (w. 293 H).

Baca Juga: Mengapa Hadis tidak Dibukukan Sejak Masa Rasulullah SAW?

Contoh mushannaf adalah Mushannaf Abu Salamah Hammad bin Salamah bin Dinar (w. 167 H), Mushannaf Ibn Abi Syaibah (w. 235 H), Mushannaf Abu Bakar Abdurrazzaq (w. 211 H).

  1. Kitab Musnad

Musnad adalah model penulisan hadis disusun berdasarkan perawi sahabat. Beberapa contoh kitab musnad: kitab Musad Imam Ahmad (w. 241 H), Musnad Abu Daud at-Thayalisi (w. 204 H), Musnad as-Syafi’i (w. 204 H), Musnad Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H), Musnad Abu Ya’la al-Mushili (w. 307 H) dan lain sebagainya. Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) dalam Musnadnya diawali dengan saahabat yang telah dijamin masuk surga, dari Musnad Abu Bakar, Musnad Umar, Musnad Utsman, Musnad Ali dan seterusnya.

  1. Kitab Sunan

Sunan adalah kitab hadis yang menyuguhkan hadis-hadis marfu’ dan disusun berdasarkan bab-bab fiqih. Beberapa contoh kitab sunan adalah: Sunan Said bin Manshur (w. 227 H), Sunan ad-Darimi (w. 255 H), Sunan Ibn Majah (w. 273 H), Sunan Abi Daud (w. 275 H), Sunan an-Nasai atau al-Mujtaba (w. 303 H), Sunan ad-Daraquthni (w. 385 H), Sunan Baihaqi (w. 458 H) dan lainnya.

  1. Kitab Sahih

Kitab Sahih adalah kitab yang berisi hadis-hadis yang oleh pengarangnya dijamin berkualitas sahih. Contoh kitab sahih yang paling terkenal adalah: Sahih al-Bukhari karya al-Bukhari (w. 256 H), Sahih Muslim karya Muslim bin Hajjaj (w. 261 H), Sahih Ibn Khuzaimah karya Ibn Khuzaymah (w. 311 H), Sahih Ibn Hibban karya Ibn Hibban (w. 354 H).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Pertualangan Ibn Hibban Mencari Satu Hadis di 10 Kota di 6 Negara yang Berbeda
  1. Kitab Al-Mustadrak

Mustadrak adalah kitab yang berisi hadis-hadis yang telah diseleksi oleh pengarangnya dengan metode atau syarat-syarat kitab hadis tertentu. Misalnya Mustadrak al-Hakim karya Imam al-Hakim an-Naisaburi (w. 405 H). Imam Hakim menambahkan hadis-hadis lain yang tidak terdapat dalam dua kitab sahih, Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, namun memenuhi syarat hadis sahih sebagaimana yang diterapkan oleh kedua Imam.

  1. Kitab Al-Mustakhraj

Mustakhraj adalah kitab hadis tempat sang pengarang menuliskan kembali hadis-hadis kitab lain tetapi dengan sanad penulis sendiri, bukan sanad kitab lain. Misalnya: kitab al-Mustakhraj ala Shahih al-Imam Muslim karya Abu Naim al-Ashbahani (w. 430 H). Imam Abu Naim al-Ashbahani menuliskan hadis-hadis Sahih Muslim tetapi dengan sanad lain, bukan sanad Imam Muslim (w. 261 H).

Itulah beberapa model penulisan kitab hadis yang kita kenal hari ini. Masing-masing model tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya. Model atau metode penulisan hadis samasekali tidak terkait dengan kualitas hadisnya lho ya!

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...