Beranda Keislaman Hadis Tidak Sahih, Tapi Tidak Daif, Inilah Biografi Hadis Hasan yang Harus Kamu...

Tidak Sahih, Tapi Tidak Daif, Inilah Biografi Hadis Hasan yang Harus Kamu Ketahui

Harakah.id Dari tiga istilah paling populer dalam Ilmu Hadis, Hadis Hasan adalah istilah yang muncul belakangan. Ia lahir jauh setelah Hadis Sahih dan Hadis Daif muncul sebagai dua istilah kualitas sebuah hadis.

Syarat-syarat Hadis Hasan sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan syarat-syarat Hadis Sahih. Hanya saja, dalam Hadis Hasan, tingkat kedlabitan atau kekuatan hafalan si perawinya tidak sekuat dalam Hadis Sahih. Maka untuk membedakan antara Hadis Hasan dan Hadis Sahih, lahir istilah “tammut dhabt” (kekuatan hafalan yang sempurna) dan “khaffat dhabt” (kekuatan hafalan yang mendingan).

Bagaimana dengan hukum berhujjah dengan Hadis Hasan? Secara umum hukumnya juga sama dengan Hadis Sahih. Artinya Hadis Hasan juga boleh dijadikan dasar pengambilan hukum dan diamalkan isinya. Meskipun, secara kualitas kehujjahannya, Hadis Hasan berada di bawah Hadis Sahih. Artinya, jika muncul kontradiksi antara Hadis Sahih dan Hadis Hasan, maka tentu yang dimenangkan adalah Hadis Sahih.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Pertualangan Ibn Hibban Mencari Satu Hadis di 10 Kota di 6 Negara yang Berbeda

Lalu muncul lagi istilah lain yang merupakan variasi dari istilah Hadis Hasan, yaitu Hadis Hasan Sahih. Istilah ini diperkenalkan oleh Imam at-Tirmidzi. Maknanya bisa dua: 1) jika hadis tersebut memiliki dua jalur sanad, maka salah satu sanadnya sahih, dan satunya lagi hasan. 2) Tapi jika hadis tersebut hanya memiliki satu jalur periwayatan, maka yang dimaksud dengan Hasan Sahih adalah hadis itu hasan menurut sekelompok orang dan sahih menurut sekelompok lainnya.

Lalu kitab hadis apa saja yang memuat Hadis Hasan? Sebenarnya tidak ada kitab khusus yang berisi Hadis Hasan. Namun jika dilihat dari jumlahnya, maka ketiga kitab ini memuat Hadis Hasan lebih banyak dibandingkan kitab lainnya, yakni: Sunan at-Tirmidzi, Sunan Abu Dawud dan Sunan ad-Daruquthni.

Dalam terminologi Hadis Hasan sendiri, ada juga hadis-hadis yang dikategorikan Hasan Li-ghairihi. Yaitu Hadis Dha’if yang memiliki banyak jalur periwayatan dan memenuhi tiga syarat utama, sehingga kualitasnya naik di level Hadis Hasan. Apa saja syarat-syaratnya;

Baca Juga: Mengapa Hadis tidak Dibukukan Sejak Masa Rasulullah SAW?
  1. Jalur lainnya memiliki kualitas yang sepadan atau lebih baik,
  2. Sebab kedha’ifan hadisnya bukan karena perawi yang fasiq atau pembohong dan
  3. Unsur kedha’ifan hadis tersebut disebabkan oleh jeleknya hafalan si perawi, terputusnya tali periwayatan dan adanya perawi yang anonim. Jika memenuhi syarat-syarat tersebut, maka sebuah Hadis Dha’if bisa naik tingkatannya menjadi Hadis Hasan Li-ghairihi.

Level Hadis Hasan Li-ghairihi berada di bawah Hadis Hasan Li-dzatihi dan berada di atas Hadis Dha’if sendiri. Bagaimana hukumnya? Hadis Hasan Li-ghairihi termasuk jenis hadis yang maqbul dan bisa dijadikan hujjah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...