Beranda Keislaman Ibadah Tidak Sempat Menqada' Hutang Puasa Ramadan Tahun Lalu Sampai Masuk Bulan Ramadan...

Tidak Sempat Menqada’ Hutang Puasa Ramadan Tahun Lalu Sampai Masuk Bulan Ramadan Berikutnya, Bagaimana Solusinya?

Harakah.id Menqada’ hutang puasa wajib hukumnya sama seperti hukum puasanya. Ia wajib ditunaikan. Jika kita punya hutang puasa Ramadan yang tak kunjung sempat dilunasi hingga masuk bulan Ramadan lagi, apa yang harus dilakukan? Simak penjelasannya…

Jika saya sempat tidak berpuasa selama beberapa hari dalam bulan Ramadhan karena suatu udzur, kemudian datang bulan Ramadhan berikutnya sementara saya belum mengqada’ hutang puasa saya sebelumnya, maka bagaimanakah hukumnya? Apakah saya harus mengqada’ dan membayar fidyah? Lalu… Apabila saya ragu-ragu mengenai jumlah hari yang wajib saya qada’, maka apa yang harus saya lakukan untk menghilangkan keragu-raguan tersebut sehingga diridhai Allah Ta’ala?

Sebagian imam berpendapat apabila seseorang belum menqada’ hutang puasanya sampai masuk bulan Ramadan berikutnya, maka ia wajib menqada’nya sekaligus membayar fidyah sebanyak satu mud. Fidyah adalah sejumlah makanan yang harus anda berikan kepada fakir miskin. Satu mud kurang lebih sama dengan 0.6 Kg. Inilah pendapat yang diajukan oleh mazhab Syafi’i dan Hanbali berdasarkan amalan sejumlah sahabat.

Cara membayarkan fidyah diatur sesuai dengan jumlah hutang puasa yang dimiliki. Jadi 1 mud dihitung sebagai panjak hutang harian. Jika seseorang memiliki hutang puasa sebanyak 5 hari, maka fidyah yang wajib dibayarkannya karena lalai menqada’ puasa sampai masuk bulan Ramadan berikutnya adalah 5 mud atau sekitar 3 Kg makanan.

Mengenai seseorang yang ragu-ragu berapa jumlah hari yang harus dia qada’, maka hendaklah ia mengikuti dugaannya yang lebih kuat dan lebih diyakininya. Tetapi, untuk menenangkan hati dan agar seseorang selamat dalam agamanya serta bebas dari tanggungannya, maka hendaklah ia menentukan jumlah yang lebih banyak. Sebab, dengan demikian ia akan mendapatkan tambahan pahala dan ganjaran.

Jadi itulah jawaban mengenai persoalan menqada’ puasa yang tidak sempat dilakukan sampai masuk Bulan Ramadan berikutnya…

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...