fbpx
Beranda Khazanah Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan?...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.idRasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang lain, dilahirkan dari satu titik khusus. Ini menandakan soal kemuliaan dan keagungan para Nabi, utamanya Nabi Muhammad SAW.

Meskipun mengaku dan memiliki sifat-sifat kemanusiaan, Rasulullah tetap bukanlah manusia biasa. Ada banyak kekhususan yang Rasulullah miliki yang membuatnya lebih mulia dan lebih agung daripada manusia-manusia lainnya. Salah satu di antara kekhususan yang menunjukkan kemuliaanya adalah fakta bahwa Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan.

Pada umumnya, manusia lahir dari lubang kemaluan (farji) seorang perempuan. Ini adalah fakta medis yang mustahil dipungkiri. Namun dalam Kitab Nihayah al-Zayn disebutkan penjelasan mengenai bahwa Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Beliau dilahirkan dari lubang khusus yang berada di antara kemaluan dan pusar.

ونقل بعض الأفاضل عن القليوبى وعن جمع من المحققين أنه صلى الله عليه وسلم لم يولد من الفرج، بل من محل فتح فوق الفرج وتحت السرة والتأم في ساعته.

“Dinukil pendapat Imam al-Qalyubi dan mayoritas ulama bahwa Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan, akan tetapi dari sebuah tempat terbuka yang berada di atas kemaluan dan di bawah pusar yang mampu menutup kembali dalam sekejap.”

Apakah hanya Nabi Muhammad saja? Tidak. Seluruh Nabi dan Rasul dilahirkan melalui lubang yang sama.

ونقل عن القاضى عياض أن مثله صلى الله عليه وسلم في ذلك جميع الأنبياء والمرسلين

nucare-qurban

“Dinukil dari al-Qadi ‘Iyadl bahwasanya apa yang terjadi pada Nab Muhammad SAW juga terjadi pada seluruh Nabi dan Rasul.” Akan tetapi, ada perbedaan yang menunjukkan kekhususan Nabi Muhammad di antara para Nabi dan para Rasul. Apa itu?

لكن قال العلامة التلمسانى: وكل من الأنبياء غير نبينا مولودون من فوق الفرج وتحت السرة وأما نبينا فمولود من الخاصرة اليسرى تحت الضلوع ثم التأمل لوقته خصوصية له

“Menurut al-Allamah al-Tilmisani, seluruh nabi selain Nabi Muhammad SAW dilahirkan dari lubang yang berada di atas kemaluan dan bawah pusar. Sedangkan Nabi Muhammad dilahirkan dari pinggang sebelah kiri tepat di bawah rusuk yang mampu merapat kembali dengan sekejap. Hal itu merupakan kekhususan bagi Rasulullah.”

Syeikh Nawawi lalu melanjutkan penjelasannya,

فتحصل لك من هذه أنه لم يصح نقل بولادته من الفرج وكذا غيره من الانبياء. ولهذا أفتى المالكية بقتل من قال إن نبينا ولد من مجرى البول.

“Melalui hal tersebut muncullah kesimpulan bahwa tidak benar perkataan bahwa Rasulullah lahir dari lubang kemaluan, begitu juga para Nabi. Dari karena ini juga, ulama-ulama Maliki mengeluarkan fatwa untuk membunuh orang yang mengatakan kalau Nabi Muhammad lahir lubang tempat keluarnya kencing.”

Itulah penjelasan mengenai lokasi di mana Rasulullah dilahirkan. Allahumma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammad…

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...