Tiga Dosa Yang Dapat Mendatangkan Bencana dan Wabah Penyakit, Waspadalah!

0
338
Tiga Dosa Yang Dapat Mendatangkan Bencana dan Wahab Penyakit, Waspadalah!

Harakah.idTiga dosa berikut ini secara medis dan fisiologis memang tidak berkaitan langsung dengan penyakit. Tapi ketiganya, secara tidak langsung, memiliki dampak, yang diakui atau tidak, akan berpengaruh pada datangnya penyakit. Apa saja tiga dosa tersebut?

Sehat dan sakit memang kodrat dari Allah SWT yang sudah menjadi garis hidup setiap hamba. Namun, suatu penyakit bisa saja lahir dari berbagai akibat perbuatan dosa yang telah diperbuat manusia sebelumnya. Dengan demikian, bisa jadi penyakit datang sebagai pengingat dari Allah SWT agar kita bertaubat dan selalu bersyukur kepada Yang Maha Pemberi.

Menurut Syekh Muhammad al-Imam hafidzhahullah yang dikutip dari buku Ajaibnya Taubat Nasuha Untuk Kesehatan dan Kecantikan, bahwa sesungguhnya dosa lebih berbahaya daripada sebuah rudal dan tank. Kebanyakan dari manusia melakukan perbuatan dosa, namun mereka masih saja tertawa terbahak-bahak tanpa adanya perasaan bersalah. Setiap mukmin yang melakukan kesalahan pasti tidak aman dari hukuman (bisa berupa suatu penyakit). 

Allah SWT telah menegaskan bahwa semua musibah yang menimpa manusia bersumber atau disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Hal ini terdapat dalam al-Qur’an surat asy-Syura ayat 30:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ 

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura [42]: 30).

Ayat tersebut merupakan peringatan dari Allah Swt kepada setiap hamba agar senantiasa menjaga diri dari perbuatan yang melanggar syariat. Perbuatan dosa menunjukkan bahwa manusia telah berpaling dari Tuhan. Oleh karenanya, Allah SWT memberikan peringatan kepada kita untuk kembali kepada-Nya dengan cara memberikan musibah berupa penyakit agar manusia bertaubat, menyesali perbuatannya dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi dikemudian hari.

Inilah tiga dosa dan maksiat yang wajib dihindari oleh setiap mukminin.

Zina (Syahwat)

Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah perbuatan zina merajalela di suatu kaum, hingga mereka berterang-terangan ketika melakukannya, melainkan akan ada pada mereka berbagai wabah (tha’un) dan penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah). Hadits ini menunjukkan bahwa perbuatan zina dapat menyebabkan lahirnya penyakit, baik penyakit pada diri sendiri maupun penyakit yang mewabah seperti covid-19.

Perbuatan zina merupakan dosa besar yang dihasilkan oleh syahwat. Bahkan Allah Swt telah melarang hamba-Nya untuk mendekati zina, sebagaimana firman Allah Swt dalam suar al-Isra’ [17]: 32, yang berarti: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Firman tersebut menegaskan kepada kita untuk tidak melakukan zina. Sebab, zina dapat mendatangkan keburukan atau musibah.

Memakan Harta Haram

Ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata, “Sesungguhnya Allah Swt mengharamkan atas umat ini berbagai hal yang diharamkan, dikarenakan hal-hal itu buruk (berbahaya). Dan tujuan pengharaman itu guna melindungi dan mencegah mereka agar tidak mengonsumsi hal yang berbahaya tersebut”. Sebab dari suatu penyakit yang diderita oleh sebagian manusia salah satunya adalah memakan harta haram. Segala sesuatu di muka bumi ini halal dikonsumsi kecuali yang mengancam keselamatan hidup baik di dunia maupun di akhirat. 

Memakan harta haram dapat dilihat dari dua hal yaitu keharaman materinya dan keharaman cara mendapatkannya. Keharaman materi artinya memakan makanan yang jelas diharamkan secara syariat, misalnya miras, daging babi, bangkai, darah, atau lainnya yang dinyatakan haram dalam al-Qur’an. Adapun keharaman cara mendapatkan harta, misalnya memakan makanan yang dibeli dari uang hasil korupsi, perjudian, pencurian, atau yang berasal dari perbuatan buruk lainnya.

Sifat Mudah Marah

Marah adalah salah satu fitrah manusiawi pemberian dari Yang Maha Pemberi. Meski demikian, Allah Swt dan Rasululluah memerintah umat Islam untuk menahan amarahnya. Ali Jurjani mengatakan bahwa marah merupakan perubahan yang terjadi saat darah yang ada di dalam hati bergejolak sehingga menimbulkan kepuasan di dalam dada. Kemarahan dapat menimbulkan berbagai bencana dan malapetaka yang tak seorang pun mengetahuinya melainkan Allah Swt. Menurut sebuah penelitian yang dilansir dari Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa dalam dua jam setelah ledakan amarah, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami nyeri dada (angina), serangan jantung, atau risiko irama jantung.

Al-Ghazali berkata bahwasanya tingkat gejolak kemarahan manusia dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu, kurang marah, marah stabil, dan marah yang melewati batas.  Pertama, kurang marah adalah hilangnya gejolak marah atau melemahnya gejolak kemarahan seseorang. Kedua, marah stabil adalah marah yang terwujud setelah ada isyarat dari akal dan agama untuk melampiaskan kemarahan. Atau dapat dipahami sebagai kemarahan atas dasar kebaikan seperti marah ketika melihat perbuatan tercela. Ketiga, marah yang melewati batas adalah mendominasinya sifat marah hingga mengalahkan kendali akal, agama dan ketaatan. Jenis marah seperti inilah yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.

Demikianlah penjelasan tentang tiga dosa yang dapat menyebabkan macam-macam penyakit. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.