Beranda Khazanah Tiga Gaya Menata Rambut Ala Rasulullah, Bisa Banget Kamu Tiru!

Tiga Gaya Menata Rambut Ala Rasulullah, Bisa Banget Kamu Tiru!

Harakah.idTiga gaya menata rambut ala Rasulullah ini bisa kalian coba. Selain keren, bisa juga diniati ibadah kan?

- Advertisement -

Ada banyak model rambut yang akhir-akhir ini digandrungi oleh masyarakat, seperti pompadour, top knot, man bun, spiky, fringe, slicked back dan banyak lagi yang lainnya. Adapun cara menatanya pun berbeda, dan tentu saja tergantung kepada model rambut apa yang dimiliki.

Terlepas dari itu semua, cara memotong dan menata rambut masyarakat umumnya dipengaruhi trend tertentu. Trend setter bisa jadi adalah aktris atau pun aktor papan atas tertentu yang bolak-balik nampang di televisi, atau media sosial. Atau bisa jadi trend tersebut muncul atau dipopulerkan oleh masyarakat itu sendiri tanpa ada yang tau dari mana mulanya.   

Dalam masyarakat Islam, Nabi Muhammad SAW lebih dari sekadar trend setter yang hanya memopulerkan sebuah trend tertentu. Beliau adalah panutan dan suri tauladan dari berbagai sudut pandang. Keseluruhan aktivitasnya, mulai dari beliau terjaga sampai beliau terlelap adalah satu kesatuan trend yang menjadi panutan dan kesunahan bagi seluruh umat Islam, terlepas dari perdebatan yang meliputinya.

Dalam kitab al-Syamail al-Muhammadiyyah, Imam Abu Isa al-Tirmidzi (w. 279 H) menghimpun sejumlah riwayat tentang bagaimana cara Rasulullah SAW menata rambutnya. Ini dia tiga gaya menata rambut ala Rasulullah;

Pertama, Rasulullah menggunakan hairstylist atau penata rambut khusus. Penata rambut beliau tidak lain adalah Sayyidah Aisyah, istri beliau. Sebagaimana dalam pengakuan Aisyah, “Saya pernah menata rambut Rasulullah SAW, dalam keadaan haid.”

Kedua, Rasulullah menyisir rambut dari kiri ke arah kanan. Rasulullah SAW senang mengutamakan sisi kanan dibandingkan sebelah kiri. Diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau mengatakan, “Rasulullah SAW senang mendahulukan sisi kanan dari pada sisi kiri, mengutamakan sebelah kanan ketika beliau bersuci, ketika beliau menyisir rambutnya dan ketika beliau mengenakan sandalnya.”  

Ketiga, Rasulullah SAW terbiasa membersihkan rambutnya, menata dan merapikannya dua hari sekali. Dilihat dari kultur bangsa Arab saat itu, di mana air tidak mudah untuk ditemukan layaknya kita di Indonesia. Membersihkan dan merapikan rambut dua hari sekali adalah batasan ideal bagi seseorang untuk tampil bersih.  Diriwayat dari Abdullah bin Mughaffal dan dari Humaid bin Abdurrahman, “Sesungguhnya Nabi SAW, menata (yatarajjal) rambutnya dua hari sekali.”

Makna yatarajjal dalam sebuah keterangan adalah menyisir rambutnya, membersihkannya dan memperindah tampilan rambut. Jika dikontekstualisasikan sesuai zaman sekarang, apa yang dilakukan Nabi adalah melakukan perawatan rambut secara berkala.

Jadi itulah tiga gaya menata rambut ala Rasulullah yang bisa kamu coba. Jangan lupa diniatkan ibadah dan ittiba’ Nabi ya biar berpahala!

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...