Beranda Keislaman Hikmah Tiga Kondisi Ketika Doa Pasti Terkabul, Berpuasa Salah Satunya

Tiga Kondisi Ketika Doa Pasti Terkabul, Berpuasa Salah Satunya

Harakah.idDikabulkannya sebuah doa tergantung beberapa faktor. Hal yang paling utama adalah kebutuhan mendesak yang dimiliki seorang hamba. Namun selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa kita manfaatkan untuk berdoa, yang memiliki keutamannya sendiri dibandingkan kondisi-kondisi pada umumnya.

Ini sebagaimana yang tertera dalam riwayat di bawah ini. Nabi Muhammad Saw bersabda:

Tiga hal yang Allah akan kabulkan doalnya: doa orang yang berpuasa sampai berbuka, doa orang yang terdzalimi sampai ia ditolong dan doa seorang musafir sampai dia pulang

Sabda Nabi Muhammad Saw di atas adalah bentuk penghargaan bagi seorang hamba yang tengah berada dalam ujian atau cobaan. Berpuasa, didzalimi orang lain dan melakukan safar adalah tiga kondisi cobaan yang lumrah dialami oleh seseorang. Ketiganya mengandung sesuatu yang tidak enak, tidak nyaman dan cenderung menganggu.

Seperti berpuasa misalnya. Seseorang dicegah untuk makan makanan yang disukainya dan minum minuman favoritnya. Sejak pagi hari sampai senja ia dituntut untuk mengosongkan perutnya dan menahan segenap keinginannya terhadap hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Dalam kondisi yang tidak menyenangkan seperti ini, seseorang dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan menahan syahwatnya. Dan dalam kondisi seperti inilah, secara tidak langsung, doa yang dipanjatkannya akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Begitu juga dengan kondisi terdzalimi. Tidak mengenakkan, sama seperti puasa. Melakukan safar berhari-hari, dari satu tempat ke tempat yang lain. Meninggalkan anak-istri, menanggung rindu kepada keluarga dan suasana kampong halaman, merupakan ujian yang tidak ringan. Dan, dalam kondisi-kondisi semacam inilah, jika dilalui dengan sabar, doa seorang hamba akan langsung didengar dan dikabulkan oleh Allah Swt.

Tiga kondisi tersebut menjadi faktor bagi dikabulkannya doa seseorang. Maka sudah seyogyanya hal-hal tersebut dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik. Seseorang boleh berdoa apa saja, namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan.

Pertama, tidak selayaknya bagi seseorang untuk mendoakan orang lain celaka dan tertimpa musibah, walaupun itu adalah orang yang mendzaliminya. Kedua, sudah sepatutnya seseorang berdoa tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk kebaikan orang lain. Ketiga, berdoa untuk kepentingan dunia memang diperbolehkan, tapi alangkah baiknya jika doa tersebut juga disisipi permohonan-permohonan yang berkaitan dengan akhirat. Berdoalah agar imannya ditambah, diberikan cahaya hidayah dan mendapatkan rahmat Allah kelak di akhirat.

Lebih-lebih di masa pandemik wabah seperti saat ini, sudah sepatutnya seluruh kaum Muslimin yang berpuasa, turut saling mendoakan saudara muslim lainnya dan seluruh manusia agar sama-sama diberi keselamatan oleh Alah Swt dan mampu mengambil pelajaran dari musibah yang tengah terjadi.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...