Beranda Keislaman Akhlak Tips dari Gus Baha Supaya Anak Kita Menjadi Anak yang Saleh

Tips dari Gus Baha Supaya Anak Kita Menjadi Anak yang Saleh

Harakah.idTak bisa dipungkiri bahwa setiap orang tua ingin agar anaknya menjadi anak yang baik dan saleh. Berikut ini adalah tips dari Gus Baha supaya anak kita menjadi anak yang saleh.

Gus Baha’ begitu sering menyatakan secara tegas bahwa beliau sangat mencintai anaknya. Wujud cinta yang beliau contohkan pun cukup bervariasi. Beliau juga senantiasa mendoakan anak-anaknya supaya kelak mereka dapat mencintai orang-orang saleh. Beliau memiliki prinsip bahwa, bagaimana pun seorang anak adalah calon para penerus tauhid. Maka dari itu, seorang anak tentu sangat perlu untuk dicintai dan dihormati.

Beliau juga berkali-kali memberikan wejangan menyangkut pola asuh anak. Misalnya, supaya anak yang kita didik dapat menjadi anak yang saleh, maka sejak kecil perlu diarahkan supaya mencintai kesalehan. Hal itu bertujuan supaya anak-anak akan memiliki orientasi terhadap kesalehan.

Karena, sekali anak merasa tidak suka dengan kesalehan, maka sampai besar ia akan semakin sulit untuk mencintai kesalehan. Awalnya tentu sangat berat untuk mengarahkan menuju kesalehan, baik berat bagi anak maupun orang tua. Tetapi ketika sudah terbentuk rasa cinta itu, maka akan terasa ringan juga bagi anak.

Terkait penjelasan di atas, Gus Baha mengiyaskan dengan permulaan seseorang dalam beribadah. Karena ketika mengajak orang beribadah, yang lebih didahulukan ialah bagaimana supaya orang lain bisa merasa tertarik, atau bahkan suka. Kalau ia sudah bisa benar-benar suka, maka ia akan bisa memasrahkan dirinya untuk beribadah dan mencari rida Allah Swt. Itulah yang disebut sebagai orang beriman.

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah [2] ayat 165,

وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَشَدُّ حُبࣰّا لِّلَّهِ

“Adapun orang-orang yang beriman itu sangat besar cintanya kepada Allah.” [Q.S. Al-Baqarah (2): 165]

Begitu juga seorang anak. Apabila ia telah mencintai kesalehan, maka ia akan memandang bahwa perilaku saleh adalah perilaku yang asik bagi dirinya. Ketika anak bisa diberikan pandangan bahwa menjadi saleh itu asik, maka ia akan memiliki orientasi pada kesalehan itu. Sebagaimana diketahui bersama, bahwasanya jiwa anak itu cenderung melakukan hal yang disukainya, serta melakukan hal yang menurutnya asik.

Gus Baha pun memberikan contoh bagaimana perlakuan beliau kepada anaknya. Sebagai seorang kiai, tentu beliau memiliki kesibukan yang berkali-kali lipat. Karena orang yang membutuhkannya juga bisa sewaktu-waktu. Meski demikian, beliau selalu menyempatkan untuk bercengkrama dengan anaknya. Meski sekadar menemani sang anak untuk jalan-jalan sebelum beliau mengajar para santri.

Alasan yang beliau kemukakan sebenarnya sangat sederhana, yaitu supaya jangan sampai anak beranggapan bahwa, karena sibuk mengajar mengaji, orang tua tidak bisa ramah kepada anaknya. Padahal bermain dengan orang tua adalah hal yang pasti diharapkan oleh seorang anak.

Apabila hal itu terjadi, seorang anak bisa saja menjadi anak yang tidak suka dengan perilaku kesalehan. Ia memandang bahwa perilaku kesalehanlahlah yang menjadi penghalang kedekatan antara dirinya dan orang tuanya. Setelah anak dituruti sebagian kesenangannya, baru kemudian anak diberikan pengertian bahwa orang tuanya memiliki kewajiban lainnya.

Dengan cara tersebut, besar kemungkinan seorang anak tidak akan merasa kecewa terhadap orang tuanya. Bahkan suatu saat seorang anak pun akan sadar, bahwa orang tuanya selalu menyempatkan waktu di tengah kesibukannya, untuk membersamainya.

Beliau memiliki prinsip, ketika anak sedang membutuhkan, maka orang yang paling bertanggung jawab ialah orang tuanya. Bahkan ketika sedang tidur sekali pun, beliau mengizinkan anaknya untuk membangunkan beliau supaya anak tidak meminta tolong kepada orang lain. Supaya tidak beranggapan bahwa orang saleh itu tidak baik kepada anak.

Apa yang beliau lakukan itu sejatinya mencontoh perilaku Nabi Muhammad Saw. Diceritakan bahwa, suatu saat cucu Nabi pernah menaiki punggung Nabi ketika beliau sedang dalam keadaan sujud. Bahkan Rasulullah memperlama sujudnya dan menunggu cucunya turun dari punggungnya. Setelah kejadian tersebut, tak sedikitpun Nabi memarahi cucu beliau.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...