Beranda Keislaman Akhlak Tips Memilih Pasangan dari Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki

Tips Memilih Pasangan dari Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki

Harakah.id Inilah tips memilih pasangan dri Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Kehidupan rumah tangga merupakan fondasi awal dari kehidupan ketika bermasyarakat. Sedangkan poros penyangga dan penyeimbang dari kehidupan rumah tangga ialah adanya pasangan yang baik. Oleh karenanya, seseorang diberikan keleluasann untuk memilih pasangan yang menurutnya paling baik, serta yang sekiranya dapat menjadi teman yang baik dalam menjalani kehidupan.

Terkait memilih pasangan, selain memperhatikan selera masing-masing individu, setiap orang tentu perlu mendasarinya dengan tuntunan agama. Hal itu bertujuan supaya pasangan yang telah dipilih tidak hanya berstatus sebagai teman hidup semata, selain itu juga dapat menjadi pengantar menuju ketakwaan kepada Zat yang menjodohkan.

Merujuk sabda Nabi Muhammad Saw. yang diceritakan oleh Abu Hurairah, ketika memilih pasangan hendaknya seseorang memperhatikan beberapa aspek. Aspek-aspek yang dimaksud ialah harta, nasab, rupa, dan agamanya.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Perempuan (umumnya) dinikahi karena empat hal: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Karena itu, pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung.” (H.R. Bukhari)

Melalui kitab Adabul Islam fi Nidzamil Usrah, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menyebutkan beberapa faktor yang membuat seseorang dicintai dan ingin dipinang oleh orang lain. Di antaranya ialah; harta, rupa, kelas sosial, keturunan, perangai, dan agama.

Menyambung uraian tentang berbagai faktor yang disebutkan di atas, Sayyid Muhammad berpendapat bahwa, semua faktor tersebut sejatinya tidak ada yang langgeng, kecuali faktor agama dan akhlak. Mengapa demikian? Karena jikalau mengacu pada harta dan kecantikan, keduanya akan segera sirna bersamaan dengan bergulirnya waktu.

Kemudian apabila berpegang pada tingginya kelas sosial dan luhurnya keturunan (nasab), maka keduanya tidak akan menjadi berharga apabila orang yang dimaksud tak memiliki kebaikan dalam hal akhlak dan agamanya. Oleh karenanya, semua faktor di atas akan bertumpu dan kembali pada kebaikan akhlak dan agamanya.

Dalam konteks memilih calon istri saja misalnya. Perlu bagi seorang lelaki untuk memilih istri yang baik dalam hal agama dan akhlaknya. Menurut Sayyid Muhammad, hal tersebut dirasa penting karena perempuanlah yang kelak melahirkan anak dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak yang dilahirkan. Sedangkan karakter anak itu sangat mungkin tidak jauh dari karakter orang yang melahirkan.

Dari Sayyidah ‘Aisyah Ummil Mu’minin, Rasulullah Saw. bersabda,

تخَيَّرُوا لِنُطفِكُمْ فإنَّ النِّسَاءَ تَلِدْنَ أ‌َشْبَاهَ إِخْوَانِهِنَّ وَأَشْبَاهَ أ‌َخَوَاتِهِنَّ.

“Pilihlah (tempat penyaluran) sperma kalian, karena sesungguhnya kaum perempuan itu akan melahirkan (anak-anak) yang perangainya mirip dengan saudara laki-laki dan saudara perempuan mereka.” (H.R. Ibnu ‘Adi dan Ibnu ‘Asakir)

Merujuk penuturan Sayyid Muhammad al-Maliki, Rasulullah sejatinya telah meberikan petunjuk bahwa, tujuan dari penikahan itu tidak muluk-muluk sampai pada tujuan harta, kelas sosial dan lain sebagainya. Tetapi lebih pada meneduhkan pandangan, menjaga kemaluan dari perbuatan zina, melanjutkan keturunan, serta menjaga tali persaudaraan antara sesama manusia.

Justru apabila seorang lelaki menikahi perempuan karena kemulyaan perempuan itu, misal dengan tujuan social climbing, maka sangat mungkin baginya untuk memperoleh kehinaan. Sedangkan tatkala seorang lelaki menikahi perempuan karena hartanya, misal dengan tujuan keenakan hidup di dunia, maka sangat mungkin baginya untuk terlena dan terjerumus dalam kefakiran.

Senada dengan uraian tersebut, diceritakan oleh sahabat Anas, Rasulullah bersabda;

مَنْ تَزَوَّجَ امْرَأةً لِعِزِّهَا لَمْ يَزِدهُ اللهُ إلاَّ ذُلاًّ، وَمَنْ تَزَوَّجَهَا لَمَالِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إلاَّ فَقْرًا , وَمَنْ تَزَوَّجَهَا لِحَسَبِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إلاَّ دَنَاءَةً، وَمَنْ تَزَوَّجَ امْرَأةً لَمْ يُرِدْ بِهَا إلاَّ أنْ يَغُضَّ بَصَرَهُ وَيُحْصِنَ فَرْجَهُ أوْ يَصِلَ رَحِمَهُ بَرَكَ اللهُ لَهُ فِيْهَا وَبَارَكَ اللهُ لَهَا فِيْهِ.

“Barangsiapa menikahi perempun karena kemulyaannya, maka Allah tidak menambahkan baginya kecuali kehinaan. Barangsiapa menikahi perempuan karena hartanya, maka Allah tidak menambahkan baginya kecuali kefakiran.  Barangsiapa menikahi perempuan karena keturunannya, maka Allah tidak menambahkan baginya kecuali kerendahan. Dan barangsiapa menikahi perempuan, sedangkan dia berkeinginan untuk menundukkan pandangannya, menjaga kemaluannya atau untuk menjalin silarurahmi, maka Allah akan memberikan berkah kepada keduanya”. [H.R. Tabrani]

Demikian penjelasan tips memilih pasangan dari sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. Semoga bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...