Beranda Kabar Tokoh Nasional Menyerukan Upaya yang Lebih Besar untuk Mempromosikan Toleransi Online

Tokoh Nasional Menyerukan Upaya yang Lebih Besar untuk Mempromosikan Toleransi Online

Harakah.idTokoh-tokoh terkemuka dari Pemerintah Indonesia dan Organisasi Masyarakat Sipil pada hari Sabtu menyerukan upaya yang lebih besar untuk mempromosikan toleransi online dan memerangi kampanye kebencian.

Tokoh-tokoh terkemuka dari Pemerintah Indonesia dan Organisasi Masyarakat Sipil pada hari Sabtu menyerukan upaya yang lebih besar untuk mempromosikan toleransi online dan memerangi kampanye kebencian. Panggilan tersebut dibuat selama webinar virtual yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation, dengan dukungan dari United Nations Development Programme (UNDP), Uni Eropa (UE), dan Google.

Webinar “Salam Forum” atau Forum untuk Perdamaian mempertemukan para cendekiawan Islam terkemuka, komunitas media Islam, dan perwakilan dari Google serta UNDP yang bekerja untuk mempromosikan toleransi dan perdamaian di Indonesia. Webinar ini juga menyelenggarakan kegiatan bimbingan bagi konten kreator untuk menyebarkan konten Islam damai di dunia digital oleh Google.

Dalam sambutan pembukaannya, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengajak agar nilai-nilai agama moderat dan damai dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragam harus dijunjung tinggi.

“Kami berupaya untuk mempertahankan keragaman multikultural Indonesia yang kaya, kami harus menjaga perspektif kami dalam mendorong rasa hormat, toleransi, dan penerimaan terhadap perbedaan. Nilai-nilai agama moderat dan damai dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragama harus dijunjung tinggi, dan saya berharap acara ini dapat menjadi katalisator konten yang lebih positif yang mendukung tujuan bersama untuk membangun masyarakat yang toleran,” ujar Yaqut Cholil Qoumas di Kementerian Agama RI.

Yaqut Cholil Qoumas juga menekankan agar para generasi muda muslim dan pemuka agama Islam perlu bicara dengan memaksimalkan media digital untuk mengkampanyekan pesan-pesan agama yang moderat.

“Pertarungan dan perebutan wacana keislaman, masing-masing (kelompok) menuliskan konten untuk meneguhkan basis ideologi tertentu, yang ingin dikembangkan di tengah-tengah masyarakat. Pada satu sisi hal ini bisa dianggap sebagai sebuah tantangan, tapi disi yang lain dengan kacamata yang berbeda, ini juga merupakan sebuah peluang. Oleh karena itu, para generasi muda muslim dan pemuka agama Islam perlu speak up, perlu bicara dengan memaksimalkan media digital untuk mengkampanyekan pesan-pesan agama yang moderat, inklusif, toleran, dan damai,” ucap Yaqut Menteri Agama yang juga Ketua Umum Pemuda Ansor.

Acara yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation bertujuan memajukan masyarakat multikultural yang toleran di Indonesia. Founder Wahid Foundation Yenny Wahid dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan “Salam Forum” ini merupakan kampanye baru yang inovatif untuk mengajak khalayak lebih luas untuk mencegah penyebaran konten kebencian dan intoleransi di dunia online.

“Acara seperti forum ini mendorong bentuk kampanye baru yang inovatif sehingga kami dapat menarik khalayak yang lebih luas dan menginformasikan kepada mereka tentang pentingnya menerima keragaman yang ada. Kemitraan kami dengan berbagai pemangku kepentingan dalam acara ini memastikan bahwa kami mendorong muslim Indonesia, pemuka agama Islam/muslim milenial untuk menyebarkan narasi-narasi keagamaan yang toleran dengan optimalisasi teknologi media sosial, kita berupaya mengembalikan ruang digital ini menjadi tempat yang asik bagi siapapun yang ingin berinteraksi tanpa merasa terganggu dengan narasi kebencian, sentimen, intoleran, ”kata Yenny Wahid, Founder Wahid Foundation.

Sehingga harus ada upaya untuk Meningkatkan kesadaran muslim Indonesia, pemuka agama Islam, muslim milenial terkait kontribusi umat muslim dalam membangun ranah digital yang damai dan toleran. “Tidak hanya itu, para pegiat kampanye digital di youtube, pemuka agama Islam juga perlu dibekali kemampuan teknik digital, strategi komunikasi yang tepat, keterampilan memproduksi konten yang kreatif dan menarik” lanjut Yenny Wahid.

Sementara itu, Direktur Urusan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia Putri Alam berharap melalui kegiatan “Salam Forum” banyak masyarakat menggunakan suara dan kreativitas untuk melawan ujaran kebencian dan ekstremisme online.

“Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Wahid Foundation dan UNDP untuk mendukung dialog positif tentang toleransi, keragaman, dan saling menghargai. Salam Forum adalah platform penting untuk pertukaran ide dan pendekatan inovatif yang digunakan tidak hanya untuk mempromosikan pesan damai tetapi juga untuk melawan ekstremisme di ruang digital. Kami berharap inisiatif ini akan memungkinkan lebih banyak masyarakat menggunakan suara dan kreativitas untuk melawan ujaran kebencian dan ekstremisme online.” kata Putri Alam menjelaskan toleransi online.

REKOMENDASI

Mendamaikan [Kembali] Hisab dan Rukyat, Dua Metode Penentuan Awal-Akhir Bulan Dalam Penanggalan Hijriyah

Harakah.id - Hisab dan Rukyat adalah dua metode yang masyhur digunakan untuk menentukan awal dan akhir dalam penanggalan Hijriyah. Termasuk dalam...

Secercah Kisah Imam al-Bukhari dan Bapaknya; Catatan Singkat Sorogan Buku “Commentary of Forty Hadiths...

Harakah.id - Imam al-Bukhari adalah salah satu ulama yang kontribusinya tidak lagi bisa kita pertanyakan. Kitabnya, Sahih al-Bukhari, adalah kitab sahih...

Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Menggunakan Uang Pinjaman Dari Rentenir?

Harakah.id - Apakah boleh membayar zakat dengan uang pinjaman dari rentenir, maka sebenarnya tak perlu ditanyakan, karena dia bukan tergolong orang...

Teologi Pembebasan dan Konsep Kebertuhanan dalam Pemikiran Hassan Hanafi

Harakah.id - Teologi pembebasan memang merupakan gagasan yang sudah cukup lama bergulir. Tapi demikian, gagasan lontaran Hassan Hanafi ini terbukti memang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...