Beranda Headline Emang Bener Tradisi Waktu Imsak Gak Ada Dalilnya? Kata Siapa? Coba Baca...

Emang Bener Tradisi Waktu Imsak Gak Ada Dalilnya? Kata Siapa? Coba Baca Ini Dulu…

Harakah.idWaktu kemunculan fajar shadiq tidak selalu bersamaan dengan waktu dikumandangkannya adzan subuh. Dalil waktu imsak berdasarkan ijtihad para ulama didasarkan pada hadis riwayat Imam Bukhari.

Puasa Ramadhan diwajibkan berdasarkan QS. Al-Baqarah: 183. Waktu pengerjaan puasa dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 187, “Dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

Memperhatikan batasan waktu dalam ibadah puasa menjadi sangat penting, mengingat sah atau tidaknya ibadah puasa, berpedoman pada batasan waktu yang telah Allah tetapkan. Seorang muslim yang berpuasa, maka haruslah menahan makan, minum dan segala perkara yang dapat membatalkan puasa, sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.

Baca Juga: Tradisi Imsak dalam Literatur Mazhab Syaf’i, Mungkin Ustadz Adi Hidayat Bisa Membacanya Sebelum Menyalahkan

Fajar shadiq (secara harfiah berarti fajar benar) adalah sinar yang membentang secara horizontal antara arah utara sampai selatan, yang diikuti sinar yang lebih terang lalu berlanjut dengan terbitnya matahari. Waktu kemunculan fajar shadiq tidak selalu bersamaan dengan waktu dikumandangkannya azan subuh. Boleh saja fajar shadiq telah mendahului kumandang azan, 2 sampai 3 menit sebelumnya.

Para Indonesia berijtihad, dengan prinsip kehati-hatian, menetapkan tradisi “imsak”. Kata imsak sendiri berasal dari kata amsaka-yumsiku yang berarti menahan, atau menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa; seperti makan, minum, muntah yang disengaja, berhubungan seksual, dan lain sebagainya. Waktu imsak dimulai sepuluh menit sebelum waktu azan subuh. Meskipun demikian, waktu imsak tersebut bukanlah merupakan awal dimulainya puasa.  

Penetapan waktu imsak didasarkan kepada hadis dari riwayat Al-Bukhari,

عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

“Dari Anas dari Zaid bin Tsabit berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Nabi Saw. kemudian beliau pergi shalat. Aku bertanya, “Berapa (jarak waktu) antara adzan (subuh) dan sahur?” Dia menjawab, “Selama bacaan lima puluh ayat”.

Imam Al-Bukhari menempatkan hadis tersebut dalam sebuah bab yang berjudul “Qadra kam bainas sahuri wa shalatil fajri” (berapa waktu antara sahur hingga shalat subuh). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari menjelaskan bahwa maksud Al-Bukhari adalah batas waktu makan sahur. Ulama nusantara memperkirakan bacaan lima puluh ayat adalah sekitar sepuluh menit.

Inilah dasar penetapan tradisi imsak yang ada di Indonesia. Jadi, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa imsak adalah bid’ah, mengada-adakan syariat baru.

REKOMENDASI

Surah Yang Dianjurkan dan Disunnahkan Dibaca Dalam Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Harakah.id - Dalam pelaksanaan salat idul fitri, ada surah-surah yang sunnah dan dianjurkan untuk dibaca. Surah apa saja? Simak artikel di...

Mendamaikan [Kembali] Hisab dan Rukyat, Dua Metode Penentuan Awal-Akhir Bulan Dalam Penanggalan Hijriyah

Harakah.id - Hisab dan Rukyat adalah dua metode yang masyhur digunakan untuk menentukan awal dan akhir dalam penanggalan Hijriyah. Termasuk dalam...

Secercah Kisah Imam al-Bukhari dan Bapaknya; Catatan Singkat Sorogan Buku “Commentary of Forty Hadiths...

Harakah.id - Imam al-Bukhari adalah salah satu ulama yang kontribusinya tidak lagi bisa kita pertanyakan. Kitabnya, Sahih al-Bukhari, adalah kitab sahih...

Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Menggunakan Uang Pinjaman Dari Rentenir?

Harakah.id - Apakah boleh membayar zakat dengan uang pinjaman dari rentenir, maka sebenarnya tak perlu ditanyakan, karena dia bukan tergolong orang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...