Beranda Headline Tuhan Pelindung Umat Manusia, Lindungi Aku dari Segala Bisikan Jahat

Tuhan Pelindung Umat Manusia, Lindungi Aku dari Segala Bisikan Jahat

Harakah.idTerkadang kita perlu kembali kepada Tuhan, biar dia yang menjaga ketika kita bingung.

Tuhan Pelindung Umat Manusia. Manusia memiliki kesadaran. Dengan kesadaran itu, manusia tergerak melakukan sesuatu. Tidak sedikit manusia yang kesadarannya terganggu karena kesadaran itu terbelah. Manusia memiliki nafsu, akal budi, dan hati nurani. Ketiganya tidak jarang memiliki tujuan yang berbeda dan terbelah, terkadang saling berseberangan.

Kesadaran nafsu membuat orang hanya memperturutkan emosinya; apa yang menurutnya menyenangkan padahal bertentangan dengan logika dan kebijaksanaan. Kondisi semacam ini akan membuat manusia dalam keadaan bingung. Harus mengikuti yang mana dari sekian banyak dorongan kesadaran dalam diri manusia.

Karena kondisi bingung ini, manusia membutuhkan Tuhan untuk menjaganya agar dihindarkan dari buruknya memperturutkan kesadaran palsu, yang menipu lagi mencelakakan. Sebagai manusia, kita ingin selalu dalam kondisi sadar diri; selaras antara nafsu, pikiran dan hati. Kita tidak ingin mengalami kondisi split (terpecah) yang dilematis. Karena itu, kita perlu kembali kepada Allah, Tuhan pencipta, pelindung dan pemeliharaan manusia. Kita perlu meminta perlindungan Allah agar dijauhkan dari Kondisi bingung, mudah tertipu keinginan diri, dan mengira menyenangkan padahal mencelakakan.

Inilah kandungan surat An-Nas. Allah SWT berfirman,

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (Qs. An-Nas: 1)

Qs. An-Nas mengajarkan agar kita senantiasa meminta perlindungan kepada Allah, Tuhan manusia. Dalam ayat ini terdapat kata “a’udzu”, “rabb” dan “an-nas”. Penyebutan frasa “rabb al-nas” menunjukkan bentuk penghormatan Allah kepada manusia. Imam al-Mahalli dan al-Suyuthi mengatakan,

(Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb manusia”) Yang menciptakan dan Yang memiliki mereka; di sini manusia disebutkan secara khusus sebagai penghormatan buat mereka; dan sekaligus untuk menyesuaikan dengan pengertian Isti‘adzah dari kejahatan yang menggoda hati mereka.

Prof. Quraish Shihab menelaah lebih kata “rabb” yang diterjemahkan sebagai Tuhan. Dalam Bahasa Arab, kata rabb memiliki sejumlah pengertian; rabb juga berarti pengatur. Beliau menulis dalam Tafsirnya,

“Dalam surat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk kembali dan berlindung kepada-Nya dalam mencegah kejahatan yang besar, yang tidak terlihat oleh kebanyakan manusia. Sebab, kejahatan tersebut datang kepada mereka dari hawa nafsunya sehingga mereka terjerumus dalam apa yang dilarang. Itulah kejahatan bisikan setan yang tersembunyi dari penglihatan mata, atau yang terlihat dan tersembunyi dalam tipu muslihat. “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, dan pengatur segala urusannya.”

Dalam Tafsir Wajiz yang diterbitkan oleh Kemenag, menambahkan “Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia.” Jadi, menurut Tafsir Wajiz Kemenag kata “rabb” berarti menciptakan, memelihara dan mengurus.

Pengertian lebih luas lagi diberikan dalam Tafsir Tahlili Kemenag. Dalam Tafsir ini disebutkan, “Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya.”

Kata “rabb” menurut Tafsir Tahlili Kemenag berarti yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Demikian luas pengertian kata “rabb” jika digali lebih jauh. Rabb al-nas (Tuhan manusia) berarti Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan perhatian Tuhan kepada manusia.

Dengan jangkauan kuasanya yang begitu luas, Tuhan mampu menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Gangguan yang mengganggu manusia, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam diri manusia, berada dalam kontrol-Nya. Karena itu, wajar jika kita meminta perlindungan dan penjagaan dari Allah. Tuhan yang memiliki sifat-sifat menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan kita sebagai manusia.

Demikian ulasan tentang Tuhan Pelindung Umat Manusia menurut Qs. An-Nas: 1. Semoga Tuhan Pelindung Umat Manusia menjaga kita semua dari segala macam keburukan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...