Beranda Keislaman Akhlak Tujuh Wasiat Nabi Muhammad Kepada Abu Dzar al-Ghifari

Tujuh Wasiat Nabi Muhammad Kepada Abu Dzar al-Ghifari

Harakah.idTujuh wasiat Nabi kepada Abu Dzar al-Ghifari ini penting dicamkan dan dipegang oleh seluruh umat Muslim. Tujuh wasiat Nabi ini sangat relevan dengan problem-problem yang terjadi kini.

- Advertisement -

Abu Dzar Al-Ghifari termasuk sahabat yang masuk Islam paling awal. Ia berasal dari suku Ghifar dan mendatangi Nabi saw. di Mekkah untuk menyatakan masuk Islam. Selain termasuk golongan sahabat senior, beliau juga merupakan sahabat setia dan selalu berusaha untuk senantiasa berinteraksi dengan Nabi saw. Karena itu, tidak heran jika beliau banyak mendapat bimbingan dan wasiat langsung dari Nabi saw.

Sebagaimana dituturkan langsung oleh Abu Dzar, bahwa ada tujuh wasiat Nabi saw. kepadanya yang senantiasa diingat selama hidupnya. Wasiat ini tertera dalam sebuah riwayat yang ditulis oleh Imam Ahmad dan Imam Thabrani dalam Kitabud Du’a;

اَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم بِسَبْعٍ : اَنْ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ اَسْفَلَ مِنِّيْ وَلاَ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِيْ وَاَنْ اُحِبَّ اْلمَسَاكِيْنَ وَاَنْ اَدْنُوَ مِنْهُمْ وَاَنْ اَصِلَ رَحِمِيْ وَاِنْ قَطَعُوْنِيْ وَجَفُوْنِيْ وَاَنْ اَقُوْل اْلحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا وَاَنْ لَا اَخَافُ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ وَاَنْ لَا اَسْأَلَ اَحَدًا شَيْئًا وَاَنْ اَسْتَكْثِرَ مِنْ لَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِا للهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ فَأِنَّهَا مِنْ كُنُوْزِ اْلجَنَّةِ

“Kekasihku Muhammad saw. mewasiatkan tujuh hal kepadaku; ‘Aku harus melihat orang yang lebih rendah dariku dan tidak melihat orang yang berada di atas ku, aku harus mencintai orang miskin dan harus dekat dengan mereka, aku harus menyambung silaturrahim dengan kerabatku meskipun mereka memutuskan hubungan dan jahat kepadaku, aku harus menyampaikan yang benar meskipun pahit, aku tidak perlu khawatir terhadap celaan orang lain dalam menjalan perintah Allah, aku tidak boleh meminta apapun kepada orang lain dan aku harus memperbanyak membaca kalimat ‘La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim’ karena kalimat tersebut termasuk harta simpanan di surga.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Berdasarkan riwayat di atas, inilah tujuh wasiat Nabi yang disampaikan kepada Abu Dzar al-Ghifari:

  1. Selalu melihat orang yang lebih rendah dan tidak melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam masalah harta dan kedudukan).
  2. Selalu mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka.
  3. Selalu menyambung silaturahmi dengan kerabat meskipun mereka memutuskan hubungan dan berperilaku jahat.
  4. Selalu berkata yang benar meskipun pahit.
  5. Tidak takut celaan orang lain dalam menjalankan perintah Allah.
  6. Tidak meminta apapun kepada orang lain.
  7. Senantiasa memperbanyak membaca kalimat ‘La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.’

Tentu, tujuh wasiat ini bukan hanya ditujukan kepada Abu Dzar, tapi juga kepada kita sebagai umat Nabi saw. Semoga kita senantiasa diberi hidayah dan taufiq oleh Allah sehingga bisa mengamalkan ketujuh wasiat Nabi Saw tersebut.

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...