Beranda Tuntunan dan Doa Ketika Menghadapi Kekalahan

Tuntunan dan Doa Ketika Menghadapi Kekalahan

Mengetahui apa tuntunan dan doa ketika menghadapi kekalahan adalah penting bagi umat Islam. Islam memberi tuntunan bagaimana menghadapi kekalahan. Dalam sebuah kompetisi, menang dan kalah adalah perkara lumrah. Tetapi, tidak semua orang siap menghadapi kekalahan.

Tuntunan ini sangat perlu kita perhatikan karena kita hidup di era yang penuh kompetisi. Dalam politik, ekonomi, pendidikan, bahkan dalam urusan jodoh. Kalah bukan akhir segalanya. Jika tak mau kalah, berusahalah. Jika toh kalah, jangan putus asa dan berpikir telah berakhir dalam segala hal. Serahkan kepada Allah dengan sikap yang penuh ketulusan.

Kisah Pada Masa Rasulullah SAW

Suatu ketika, ada dua orang yang berperkara. Mereka mendatangi Rasulullah SAW dan meminta beliau menjadi hakim. Rasulullah SAW kemudian memutuskan salah satunya sebagai pemenang. Ketika pihak yang kalah hendak pulang, ia berkata,

حَسْبِيَ اللهِ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbiyallah wa ni’mal wakil

(Allah mencukupiku, Dia sebaik-baik pemberi nikmat dan sebaik-baik Dzat yang diserahi).

Rasulullah SAW menegur orang tersebut karena dia gagal mendatangkan saksi dan bukti sebab kelalaiannya sendiri. Tetapi kemudian dia “cuci tangan” dengan menyatakan bahwa kekalahannya akan diganti oleh Allah. Dia mengaku berserah diri kepada Allah, tetapi sebenarnya lalai dan malas. Itulah sikap yang ditegur oleh Rasulullah SAW. Berserah diri kepada Allah harus dilandasi rasa ketulusan. Hal itu dimulai dengan berusaha secara maksimal dan jujur. Dan menerima hasil secara legowo, serta berserah diri kepada Allah secara tulus.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam kitab Sunan-nya dari Auf bin Malik.

عن عوف بن مالك أنه حدثهم أن النبي صلى الله عليه وسلم قضى بين رجلين فقال المقضي عليه لما أدبر حسبي الله ونعم الوكيل فقال النبي صلى الله عليه وسلم إن الله يلوم على العجز ولكن عليك بالكيس فإذا غلبك أمر فقل حسبي الله ونعم الوكيل

Dari Auf bin Malik, ia bercerita kepada mereka, bahwa Nabi SAW memberi keputusan hukum di antara dua orang. Lalu, ketika pihak yang kalah hendak kembali pulang, dia berkata, “Hasbiyallah Wa Ni’mal Wakil”. Lalu Nabi SAW bersabda, “Allah mencela kelemahan. Engkau harus teliti (sehingga bisa menghadirkan bukti). Ketika engkau dikalahkan oleh sesuatu, katakanlah, “Hasbiyallah Wa Ni’mal Wakil”. (HR. Abu Daud).

Penjelasan Ulama

Imam Azhim Abadi, penulis kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Dawud menjelaskan, Allah SWT tidak menyukai sikap ceroboh dan malas. Allah memuji sikap yang penuh ketelitian, kehati-hatian, dan fokus. Jangan malas, lalu ketika gagal, kamu berkata, “hasbiyallah” (Allah mencukupiku). Jadilah orang yang teliti, waspada, dan fokus pada detail. Ketika ternyata kamu harus menerima kekalahan, katakanlah, “hasbiyallah” (Allah mencukupiku).

Kayyis berarti teliti dalam segala urusan. Dimulai dengan mengaturnya, lalu senantiasa memperhatikan proses dan orientasi kebaikannya, serta mendayagukana akal fikiran untuk memprediksi dampak. Karena itu, seseorang harus selalu teliti dalam bertransaksi. Ketika berperkara, lalu dia dikalahkan oleh lawannya, maka dia baru boleh berserah diri kepada Allah.

Seseorang yang ceroboh serta mengabaikan proses, tetapi tiba-tiba mengaku berserah diri kepada Allah, maka dia tergolong orang yang lemah dan tindakannya bertentangan dengan etika. (Khoirul Huda).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...