Beranda Keislaman Akhlak Tuntunan Menghadapi Kecemburuan Istri Menurut Rasulullah SAW

Tuntunan Menghadapi Kecemburuan Istri Menurut Rasulullah SAW

Harakah.idRasulullah SAW pada masa hidupnya di Madinah memiliki banyak istri. Tak jarang terjadi kecemburuan di antara istri-istri. Inilah tuntunan menghadapi kecemburuan istri menurut Rasulullah SAW.

Cemburu adalah perasaan yang wajar dimiliki oleh setiap individu dalam suatu hubungan, tidak terkecuali bagi istri Nabi sendiri. Adanya perasaan cemburu menandakan masih adanya rasa cinta yang dimiliki oleh setiap pasangan.

Cinta itulah yang membuat kita merasa memiliki sesuatu di luar diri kita. Rasa memiliki ini seakan membuat seseorang enggan berbagi dengan orang lain. For me only. Hanya untukku saja. Tak boleh ada orang lain.  

Kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW tidak terlepas dari bumbu-bumbu cemburu ini. Lebih-lebih Rasulullah SAW pada masa hidupnya di Madinah memiliki banyak istri. Tak jarang kecemburuan di antara istri-istri tersebut berujung saling berebut perhatian Rasulullah SAW.

Tetapi, ketika perasaan cemburu istrinya meluap-luap berlebihan Rasulullah SAW tidak membalasnya dengan kemarahan, bentakan atau kekerasan. Justru beliau memakluminya. Inilah tuntunan menghadapi kecemburuan istri menurut Rasulullah SAW.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa salah satu istri Nabi SAW pernah cemburu terhadap istri yang lain.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ بَعْضِ نِسَائِهِ فَأَرْسَلَتْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ بِصَحْفَةٍ فِيهَا طَعَامٌ فَضَرَبَتْ الَّتِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهَا يَدَ الْخَادِمِ فَسَقَطَتْ الصَّحْفَةُ فَانْفَلَقَتْ فَجَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِلَقَ الصَّحْفَةِ ثُمَّ جَعَلَ يَجْمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ الَّذِي كَانَ فِي الصَّحْفَةِ وَيَقُولُ غَارَتْ أُمُّكُمْ ثُمَّ حَبَسَ الْخَادِمَ حَتَّى أُتِيَ بِصَحْفَةٍ مِنْ عِنْدِ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا فَدَفَعَ الصَّحْفَةَ الصَّحِيحَةَ إِلَى الَّتِي كُسِرَتْ صَحْفَتُهَا وَأَمْسَكَ الْمَكْسُورَةَ فِي بَيْتِ الَّتِي كَسَرَتْ

Dari Anas ia berkata; Suatu ketika Nabi SAW berada di tempat isterinya. Lalu salah seorang Ummahatul Mukminin mengirimkan hidangan berisi makanan. Maka isteri Nabi yang beliau saat itu sedang berada dirumahnya memukul piring yang berisi makanan, maka beliau pun segera mengumpulkan makanan yang tercecer ke dalam piring, lalu beliau bersabda, “Ibu kalian rupanya sedang terbakar cemburu.”

Kemudian beliau menahan sang Khadim (pembantu) hingga didatangkan piring yang berasal dari rumah isteri yang beliau pergunakan untuk bermukim. Lalu beliau menyerahkan piring yang bagus kepada isteri yang piringnya pecah, dan membiarkan piring yang pecah di rumah isteri yang telah memecahkannya.(HR. Bukhari)

Sikap Nabi ketika menghadapi istrinya yang sedang cemburu ini adalah satu contoh bahwa ketika menghadapi seorang istri yang sedang cemburu, hendaklah ditanggapi dengan perasaan tenang dan tidak memarahinya apalagi memukulnya.

Melihat sikap ini menandakan tidak bolehnya seorang suami memukul istrinya hanya karena permasalahan sepele, seperti sikap cemburu karena saat itu akalnya sedang ditutupi rasa marah karena cemburu. Bahkan Nabi mengganti piring yang dipecahkan oleh istrinya dengan piring yang baru untuk dikembalikan kepada istrinya yang lain.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa ada rasa cemburu yang diperbolehkan dan ada rasa cemburu yang tidak diperbolehkan. Rasulullah pernah menyampaikan tentang 2 macam rasa cemburu dalam hadisnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْغَيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ وَمِنْهَا مَا يَكْرَهُ اللَّهُ فَأَمَّا مَا يُحِبُّ فَالْغَيْرَةُ فِي الرِّيبَةِ وَأَمَّا مَا يَكْرَهُ فَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِ رِيبَةٍ

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Rasa cemburu ada yang disukai Allah dan ada juga yang dibenci Allah. Adapun yang disukai Allah adalah kecemburuan dalam masalah keraguan (yang menyebabkan kerusakan). Adapun yang dibenci adalah kecemburuan selain dalam hal keraguan.” (HR. Abu Daud, al-Nasai dan Ibnu Majah)

Cemburu yang diperbolehkan di sini seperti seorang istri/suami melihat pasangannya selingkuh atau berzina dan kecurigaan itu didasari dengan bukti-bukti yang jelas.

Namun jika perasaan cemburu itu hanya berlandaskan kecurigaan semata tanpa ada bukti maka hal itu sangat dibenci oleh Allah dan rasa cemburu itu hendaknya tidak diekspresikan dengan perilaku yang melanggar ketentuan Allah SWT.

Hendaklah kecemburuan itu diselesaikan dengan jalan musyawarah antara suami dan istri guna mendapatkan kebenaran dan merupakan jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah.

Demikian Tuntunan Menghadapi Kecemburuan Istri Menurut Rasulullah SAW. Semoga ulasan tentang Tuntunan Menghadapi Kecemburuan Istri Menurut Rasulullah SAW bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...