Beranda Tokoh Ulama Yang Tidak Libur Membaca Kitab bahkan di Hari Lebaran

Ulama Yang Tidak Libur Membaca Kitab bahkan di Hari Lebaran

Harakah.id Namun ada sebuah kisah tentang seorang ulama yang begitu besar kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan. Ia menghabiskan libur lebarannya untuk hanya membaca kitab. Jadi sebenarnya ia tak pernah libur sekalipun lebaran.

Umat Islam biasanya merayakan hari raya dengan meliburkan kegiatan harian. Mereka menghentikan sementara kegiatan mereka pada hari tersebut.

Para pekerja tidak pergi ke pabrik, para pedagang menutup toko mereka, para petani tidak berkunjung ke kebun mereka, bahkan para pelajar dan santri sekali pun mendapatkan libur belajar pada hari tersebut. Namun ada sebuah kisah tentang seorang ulama yang begitu besar kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan. Ia menghabiskan libur lebarannya untuk hanya membaca kitab. Jadi sebenarnya ia tak pernah libur sekalipun lebaran.

Nama beliau adalah Ahmad ibn Abdul Malik Al-Isybili, atau populer dengan gelar Ibnul Makwi Al-Qurthubi. Beliau adalah guru besar para ahli fikih di Andalusia pada masanya. Lahir pada tahun 324 H dan wafat pada tahun 401 H.

Qadhi ‘iyadh dalam kitab Tartibul Madarik, sebuah kitab yang menjelaskan profil para ulama Malikiyah menceritakan, Ibnul Makwi adalah seorang ulama yang sangat gemar dan terobsesi untuk terus belajar, beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktunya. Sehari-sehari beliau berdagang di pasar, tetapi di sela-sela kegiatannya itu beliau masih tetap rajin membaca kitab.

Pada suatu hari raya, seorang sahabat Ibnul makwi datang berkunjung ke rumah beliau untuk bersilaturrahmi. Setibanya di rumah Ibnul Makwi, pintu rumah tersebut terbuka, sahabat Ibnu Makwi langsung masuk dan menunggu Ibnul Makwi di dalam.

Ibnul Makwi kemudian dipanggil dan keluar dalam keadaan masih membaca kitab dan begitu fokus pada bacaannya, bahkan beliau hampir sama sekali tidak mempedulikan sahabat yang datang kerumahnya.

Sahabat Ibnul Makwi lantas berkata, “hari ini adalah hari raya wahai Ibnul Makwi, hari untuk beristirahat dan agama juga menganjurkannya seperti itu”. Ibnul Makwi kemudian menjawab: “Jika jiwa seseorang mendaki terus ke atas, maka ia akan semakin dekat dengan makrifat terhadap Allah SWT. sungguh demi Allah, saya tidak dapat merasa istirahat dan kelezatan selain dalam keadaan membaca”.

Ibnu ‘Afif menyebutkan bahwa Ibnul Makwi pada masanya adalah puncak para ulama alim fikih di Andalusia. Beliau orang yang terpercaya dalam menetapkan hukum sebuah perkara dan sangat sulit dicari tandingannya. Hal ini tentu tidak menjadi sesuatu yang mengherankan, mengingat begitu tingginya kecintaan beliau untuk terus belajar dan membaca.

Di antara karya tulis yang dihasilkan oleh Ibnul Makwi, sebagaimana dijelaskan dalam Diwanul Islam (4/275) adalah kitab Al-Isti’ab fil Mazhab yang terdiri dari 100 jilid.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...