Beranda Keislaman Hadis Ulasan Tentang Hadis Yang Sering Dijadikan Dalil Anjuran Berpoligami, Cara Bijak Menolak...

Ulasan Tentang Hadis Yang Sering Dijadikan Dalil Anjuran Berpoligami, Cara Bijak Menolak Dipoligami

Harakah.idDan untuk masa sekarang ketimpangan rasio jenis kelamin itu belum terjadi dan kita harus menyampaikannya secara jujur. Membawa hadis ini sebagai kampanye poligami belum sampai pada waktu yang relevan untuk saat ini.

Praktek monogami adalah model rumah tangga yang disunatkan dalam Syariat pada kondisi normal. Namun, bukan berarti Islam sama sekali melarang praktik poligami, atau memandangnya tercela. 

Dalam kondisi tertentu, poligami itu dibolehkan, bahkan bisa saja dipandang baik. Di antara kondisi yang menyebabkan demikian adalah saat terjadi disparitas yang signifikan antara jumlah laki-laki dan perempuan di muka bumi.

Terjadinya situasi jumlah perempuan yang jauh lebih banyak dari laki-laki adalah sesuatu yang disebutkan dalam riwayat hadis-hadis Nabi.

Lalu bagaimana kesahihan hadis-hadis dalam masalah ini? Bagaimana penjelasan para ulama dalam memahami hadis ini? Dan apakah nubuwat ini sudah berlaku di masa sekarang? Berikut penjelasan ringkasnya.

Hadis tentang ketimpangan jumlah laki-laki dan perempuan di akhir zaman merupakan riwayat yang sudah masyhur di kalangan para ulama. Substansi hadis ini biasanya dimuat dalam tema-tema tanda akhir zaman.

Di antaranya Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini tidak kurang dari tiga kali dalam kitab Shahih beliau, semuanya diriwayatkan dari Anas Ibn Malik. Dengan rincian sebagai berikut:

  1. Kitab nikah, bab jumlah laki-laki yang sedikit dan wanita banyak dengan nomor hadis 5231.
  2. Kitab minuman, bab sesungguhnya  minuman khamar adalah tanda hari kiamat dengan nomor hadis 5577.
  3. Kitab Hudud, bab dosa orang berzina dengan nomor hadis 6808.

Hadis ini juga diriwayatkan Imam Muslim (2671), Tirmidzi (2205) dan Ibn Majah (4050). Berdasarkan data ini, maka hadis yang membicarakan ketimpangan jumlah laki-laki dan perempuan di akhir zaman adalah hadis yang shahih.

Para ulama pensyarah hadis seperti Ibn Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari (9/330) menjelaskan bahwa hadis-hadis tentang masalah ini sudah masyhur. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa perbandingannya satu banding 50, namun dalam sebagian riwayat menyebut satu banding 40.

Menurut Ibn Hajar perbedaan jumlah ini tidak perlu dipermasalahkan, penekanan dalam nubuwat Rasulullah SAW adalah signifikansi tingginya jumlah perempuan dibandingkan laki-laki. Penyebutan angka di sini hanya sebagai gambaran umumnya saja.

Perbandingan ini mungkin terlihat jauh dari kenyataan pada masa Ibn Hajar, namun menurut beliau bukan berarti nubuwat ini menjadi tidak mungkin terjadi.

Jumlah laki-laki bisa turun drastis jika terjadinya perang besar yang tiada henti, karena biasanya yang terjun langsung di medan perang adalah kaum laki-laki sehingga potensi mereka untuk terbunuh menjadi semakin besar. 

Selain itu menurut Ibn Hajar, tanpa diiringi dengan sebab-sebab logis seperti di atas, kejadian ini juga bisa saja terjadi.

Allah SWT memiliki kuasa untuk menakdirkan banyaknya kelahiran bayi perempuan, serta mengurangi kelahiran bayi laki-laki. Hal ini secara perlahan tentu akan menyebabkan ketidakseimbangan jumlah laki-laki dan perempuan di muka bumi.

Lalu apakah nubuwat ini sudah berlaku pada masa ini?

Untuk saat ini, demografi penduduk dunia masih jauh dari kenyataan seperti yang digambarkan dalam hadis.

Berdasarkan data Country Meters, perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan masih terhitung sangat seimbang. Bahkan jumlah laki-laki justru lebih banyak.

Rasio perbandingannya adalah 1 banding 1.018. lebih tepatnya persentase laki-laki adalah 50,4 persen sedangkan perempuan 49,6 persen.

Di Indonesia sendiri berdasarkan data sensus BPS tahun 2015, jumlah laki-laki juga masih lebih banyak dibandingkan perempuan. Akan tetapi selisihnya terus menipis.

Dengan laju pertumbuhan jumlah perempuan, diperkirakan bahwa situasi akan terbalik dan jumlah perempuan akan lebih banyak daripada laki-laki di tahun 2032.

Baca juga: Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Kesimpulannya adalah: kita harus menyikapi hadis di atas secara proporsional. Validitas hadis-hadis dalam masalah ini memang shahih, tetapi pada dasarnya ia berbicara tentang sesuatu yang ghaib yaitu kejadian akhir zaman.

Meskipun tanda-tandanya telah disebutkan oleh Rasulullah SAW, waktu dan proses terjadinya akhir zaman dan pertanda yang mendahuluinya tetap tidak dapat dijangkau oleh manusia.

Dan untuk masa sekarang ketimpangan rasio jenis kelamin itu belum terjadi dan kita harus menyampaikannya secara jujur. Membawa hadis ini sebagai kampanye poligami belum sampai pada waktu yang relevan untuk saat ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...