Beranda Keislaman Muamalah Untuk Pegiat Aksi Bela Islam, Inilah Teladan Abdul Muthalib Kakek Nabi Soal...

Untuk Pegiat Aksi Bela Islam, Inilah Teladan Abdul Muthalib Kakek Nabi Soal Bela Agama

Harakah.idJika kita belajar dari sikap yang dicontohkan kakeknya Nabi Muhammad saw–Abdul Muthalib–pada saat Abraha akan menghancurkan Kakbah. Kita bisa melihat sikap Abdul Mutalib sangat beda dengan oknum-oknum yang sedikit-sedikit buat aksi bela agama.

Aksi atas nama bela agama masih hangat hingga sekarang. Beberapa oknum memanfaatkan berbagai isu lantas membungkusnya atas nama bela agama untuk tujuan menggerakkan masa dalam jumlah yang amat besar. Tahu kan, kalau Indonesia adalah negara dengan potensi gerakan muslim (orang beragama) yang amat besar. 

Kadang, siapa yang tak ingin ikut aksi bela agama bisa di-cap sebagai manusia apatis terhadap agamanya. Padahal, ini hanya soal perbedaan pemahaman saja. Ada yang memahami kalau aksi bela agama benar-benar untuk membela agama, sementara ada yang memahami kalau aksi bela agama oknum tertentu amat berlebihan dan tak perlu dilakukan.

Bayangkan saja, terukir dengan jelas dalam lembar sejarah bangsa ini kalau ada oknum yang pernah melakukan aksi atas nama bela agama untuk menuntut seorang ulama. Itu bagaimana ceritanya? Kok ya ulama dituntut pakai aksi atas nama bela agama, aneh bukan?

Setiap orang beragama pasti sangat mencintai agamanya. Rasa cinta ini lah yang sering kali membuat orang beragama mudah dimanfaatkan. Sehingga kalau ada ajakan bela agama akan sangat cepat diresponnya. Meski meraka sendiri tak tahu apa yang akan dibela, yang penting bungkusnya aksi bela agama, maka takbir pun mudah diucapkan untuk tujuan menyerang manusia–muslim dan nonmuslim–atas nama agama.

Jika kita belajar dari sikap yang dicontohkan kakeknya Nabi Muhammad saw–Abdul Muthalib–pada saat Abraha akan menghancurkan Kakbah. Kita bisa melihat sikap Abdul Mutalib sangat beda dengan oknum-oknum yang sedikit-sedikit buat aksi bela agama, sedikit-sedikit aksi bela nabi, sedikit-sedikit aksi bela ulama, dan aksi lainnya atas nama agama.

Saat pasukan Abraha hendak menghancurkan Kakbah, yang dilakukan Abdul Muthalib bukan mengumpulkan masa dan berkata, “Ayo kita buat aksi bela Kakbah, ini untuk bela agama, ini jihad.” Tidak, Abdul Muthalib tak melakukan gerakan demikian.

Abdul Muthalib tak mengumpulkan massa untuk berperang. Abdul Muthalib hanya berkata kalau: Pemilik Kakbah (Tuhan) yang akan menjaga rumah-Nya. Dan yang dilakukan Abdul Muthalib adalah mengumpulkan orang-orang yang sudah tua, perempuan-perempuan, dan anak-anak. Bukan untuk berperang dengan Abraha, melainkan untuk mengamankan rakyat di sebuah lembah, agar tak kena dampak dari kekejaman amukan Abraha dan pasukannya. 

Sebab Abraha hanya ingin menghancurkan Kakbah yang dirasa sebagai rival Qulais-nya Abraha–Qulais merupakan rumah ibadah yang dibangun Abraha untuk menandingi Kakbah. Jadi, Abraha hanya ingin menghancurkan Kakbah, bukan ingin memerangi (menghancurkan) masyarakat Arab. Maka sikap Abdul Muthalib adalah mengamankan masyarakat Arab di sebuah lembah, dan dengan keyakinan yang mantap meyakini kalau Tuhan sendiri yang akan menjaga rumah-Nya.

Dari sikapnya itu, Abdul Muthalib adalah contoh nyata dari pembela bangsa dan penegak agama. Dia bersikap dengan amat bijak, tanpa mendahulukan emosi untuk balik menyerang Abraha atas nama melindungi Kakbah. Dia membela bangsa, dengan mengumpulkan rakyat agar aman dari amukan Abraha dan pasukannya. Dan dia menegakkan agama, dengan keyakinannya yang amat yakin bahwa Tuhan yang akan menjaga rumah-Nya. 

Kenapa Abdul Muthalib tak mengajak massa untuk buat aksi bela Kakbah? Bukan karena tak peduli, juga bukan karena takut. Namun, karena dia percaya bahwa Tuhan pasti akan melindungi rumah-Nya. Dan termasuk keutamaan juga menyelamatkan nasib orang-orang yang sudah tua, perempuan-perempuan, dan anak-anak.

Jika ada yang berpendapat agama perlu dibela, tak masalah. Niatnya baik membela agama. Dan memang ada jihad untuk membela agama. Semisal berdakwah mengingatkan umat pada Allah swt itu sudah termasuk dakwah membela agama. 

Namun, niat baik membela agama belum cukup, harus diiringi dengan perilaku baik, bukan dengan perilaku bar-bar. Menggunakan slogan bela agama, namun malah menyebarkan ujaran-ujaran kebencian. Menggunakan slogan bela agama, namun ujung-ujungnya ternyata untuk kepentingan politik. Menggunakan slogan bela agama, namun ujung-ujungnya menyerang umat agama (manusia) lain. Yang demikian bukan aksi bela agama, melainkan “belah” agama, sebab ujung-ujungnya hanya memecah belah umat dan merusak kerukunan antar umat beragama. Itu jelas kurang baik.

Dalam ajaran Nabi Muhammad saw seorang muslim harus bersikap baik. Ini sesuai dengan misi Nabi saw adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. 

Dalam sebuah kisah, sepeninggal Nabi Muhammad saw, Abu Bakar mencari orang tua Yahudi yang sering diberi makan oleh Nabi Muhammad saw. Orang tua itu buta. Saat Abu Bakar mau memberinya makan, orang tua itu malah menghina Nabi saw. Mendengar itu, Abu Bakar yang sangat cinta pada Nabi saw tak marah-marah lantas ingin mengumpulkan umat Islam untuk aksi bela Nabi saw. 

Justru dengan akhlak baiknya, Abu Bakar menjelaskan kalau orang yang selama ini sering memberinya makan dengan suapan yang amat lembut adalah Nabi Muhammad saw. Si Yahudi pun menangis dan kemudian bersyahadat, masuk Islam. 

Dari kisah itu, bisa dilihat betapa bijak sikap Abu Bakar. Dan juga bisa dibayangkan betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad saw yang senantiasa memberi makan orang buta yang sedang menghina dirinya. 

Sungguh akhlak Nabi Muhammad saw sangat luar biasa baiknya. Saat Nabi saw dihina, diludahi, dilempari batu, tak sedikit pun ada amarah dalam diri Nabi saw. Saat para haters menghinanya sebagai majnun, tak sedikit pun Nabi saw membalas hinaan itu. Nabi saw justru mendoakan kebaikan pada orang-orang yang menghinanya, sebab Nabi saw diutus sebagai rahmat bukan sebagai pelaknat.

Saya tak mengajak untuk tak peduli agama. Kita harus peduli dengan agama. Tak ada yang mau agamanya dihina. Namun, cobalah berpikir, banyak persoalan yang seharusnya tak perlu dibesar-besarkan malah dibesar-besarkan.

Ada nonmuslim sedikit menghina agama, langsung buat aksi bela agama. Bahkan ada ulama yang ceramahnya dipotong-potong hingga “seakan-akan” menghina Nabi saw, juga langsung buat aksi bela agama. Lucunya aksi atas nama agama untuk nuntut ulama yang adalah pewaris Nabi. Sangat lucu, kan?

Sejarah telah mencatat berbagai contoh teladan akhlak Nabi Muhammad saw yang sangat mulia. Kalau kita mencontohi akhlak beliau, maka melihat ada nonmuslim yang menghina agama, bukan mencelah atau memusuhi, namun akan mendoakan orang itu agar bisa dapat hidayah. Sebab Nabi Muhammad saw selalu mengajarkan umatnya untuk bersikap baik dan bijak.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...