Beranda Download Khutbah Urgensi Mempelajari Sejarah dalam Islam, Khutbah Jum’at Terbaik 2021

Urgensi Mempelajari Sejarah dalam Islam, Khutbah Jum’at Terbaik 2021

Harakah.idSalah satu ayat yang memerintahkan kita untuk selalu belajar dari sejarah. baik sejarah pribadi atau sejarah bangsa-bangsa adalah surat Ghafir ayat 21.

Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…

Mengawali khotbah siang hari ini, izinkan khatib mengajak kita semua, “Mari sama-sama kita tingkatkan kadar ketakwaan kita kepada Allah. Yakni dengan cara menjalankan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangNya.”

Disadari atau tidak, perintah dan larangan Allah akan selalu bermanfaat dan mendatangkan kebaikan bagi yang mengindahkannya. Hanya saja, kadang kita saja yang tidak atau belum mampu memahaminya.

PerintahNya akan berdampak positif, sedangkan apa yang dilarangNya sejatinya adalah hal yang berbahaya dan berdampak negatif. Menaati apa yang ditetapkan Allah sejatinya adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Baik di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak.

Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…

Ada tiga tujuan dalam kitab suci Al-Qur’an, yaitu akidah, syariah, dan akhlak. Salah satu cara yang digunakan Al-Qur’an untuk mencapai tujuan-tujuan itu adalah dengan menyebutkan kisah-kisah.[1]

Baik itu kisah para Nabi atau bukan. Baik itu kisah tentang kebaikan atau tentang keburukan. Kisah-kisah yang disebutkan Al-Qur’an itu bertujuan agar umat manusia dapat mengambil pelajaran dari pengalaman dan akibat-akibat yang diterima tokoh-tokoh yang dikisahkan itu.[2]

Hal ini membuktikan bahwa kisah masa lalu atau bisa kita sebut sejarah adalah hal yang penting dalam membentuk peradaban manusia di kemudian hari. Islam dan sejarah adalah hal yang tak bisa dipisahkan.

Salah satu ayat yang memerintahkan kita untuk selalu belajar dari sejarah. baik sejarah pribadi atau sejarah bangsa-bangsa adalah surat Ghafir ayat 21:

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka?”[3]

Perumusan hukum dalam Islam pun, salah satunya, dilakukan berdasarkan sejarah masa lalu, yakni peristiwa yang dialami Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dalam hal ini, kita mengenal hadis. Yakni tentang hal-hal yang berkaitan dengan Nabi. Baik berupa ucapan, perbuatan atau ketetapan.

Mereka yang tak paham sejarah akan kehilangan pegangan untuk menghadapi masa depan. Sejarah memang berhubungan dengan masa lalu. Namun ia berguna sebagai batu pijakan untuk menatap masa depan.

Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…

Kesadaran akan pentingnya sejarah juga dilukiskan Allah dalam satu ayat surat al-Fatihah.[4]

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”[5]

Ayat ini secara tegas menyebutkan mereka yang berbahagia-mendapat nikmat; dan mereka yang sengsara, dimurkai, dan sesat. Jika dilihat dari banyaknya jumlah kita membaca surat al-Fatihah setiap hari, agaknya ini menunjukkan bahwa Allah sedang menyuruh kita untuk selalu mengingat sejarah atau kisah-kisah masa lalu.

Tujuan mempelajari sejarah adalah untuk:

إعْطَاءُ كُلِّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ

“Memberikan hak kepada mereka yang memang berhak menerimanya.”

Artinya, belajar sejarah adalah untuk membenarkan mana yang benar dan menyalahkan mana yang benar-benar salah. Memuji yang pantas dipuji dan mengecam yang memang patut dikecam. Tujuan akhirnya adalah agar hal-hal itu bisa menjadi pelajaran bagi diri kita sendiri.[6]

Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…

Dalam bidang ke-Indonesia-an pun sama. Memahami sejarah masa lalu adalah hal wajib diketahui oleh generasi saat ini. Minimal kita memahami bagaimana bahwa kemerdekaan negeri ini bukanlah pemberian atau barang gratis.

Kemerdekaan Indonesia ini melalui perjuangan panjang para pahlawan kita. Mereka rela kehilangan harta, tenaga, dan bahkan nyawa. Ada keringat yang menetes. Ada darah yang tertumpah. Dan ada  nyawa yang melayang demi kemerdekaan bangsa yang kita tinggali ini.

Yang mana atas jasa para pahlawan itu, kita sekarang bisa hidup enak. Tidak lagi berada dalam cengkraman penjajah.

Mengenang jasa pejuang adalah salah satu bentuk syiar agama. Yang mana hal ini telah diperintahkan Allah SWT:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. al-Hajj [22]: 32)

Dengan memahami sejarah masa lalu, kita akan semakin semangat untuk mengisi dan mensyukuri kemerdekaan yang Allah berikan ini. Kita akan semangat mempertahankan kemerdekaan ini dengan cara dan kapasitas kita masing-masing.

Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah… Di penghujung khotbah ini, mari kita renungkan sejenak apa yang pernah dikatakan bapak proklamator negeri ini, “Jas merah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”.[7]

Download pdf khutbah jum’at terbaik di sini. Download word khutbah jum’at terbaik di sini. Terima kasih telah mendownload khutbah jum’at terbaik.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...