Beranda Keislaman Muamalah UU Ciptaker Omnibus Law dalam Perspektif Maqasid Syariah

UU Ciptaker Omnibus Law dalam Perspektif Maqasid Syariah

Harakah.idUU Ciptaker telah disahkan. Berbagai aksi penolakan dilakukan. Penolakan dilakukan karena melihat dampat negatif UU tersebut. Inilah UU Ciptaker dalam perspektif maqasid syariah.

Penolakan terhadap UU Ciptaker yang baru saja disahkan oleh DPR terus bergulir. Protes bahkan sampai berujung aksi anarkhisme dan perusakan. Suara penolakan, bukan hanya berasal dari elemen mahasiswa, buruh, dan akademisi, tetapi juga agamawan dari berbagai agama. Alasan penolakan pun beragam. Tetapi, hampir semua pihak yang menolak sepakat UU Ciptaker akan memiliki dampak negatif dan merugikan banyak pihak.

Berikut adalah beberapa pasal UU Ciptaker yang dinilai akan menimbulkan dampak negatif dan merugikan.  

Pasal 65 UU Ciptaker memasukkan pendidikan ke dalam bidang yang terbuka terhadap perizinan berusaha. Secara sederhana dapat dikatakan, pendidikan di Indonesia sedang diarahkan menuju kapitalisme pendidikan. Jika diteruskan, maka ke depan, pendidikan terbaik hanya akan dapat dinikmati oleh orang yang berpunya.

Pasal 81 UU Ciptaker memperluas sistem PKWT (Pekerja Kontrak Waktu Tertentu). Perluasan sistem PKWT disinyalir akan berdampak pada meningkatnya resiko pekerja menjadi pekerja tidak tetap selama industri beroperasi.  Selain itu, ada pengurangan komponen hak-hak pekerja seperti uang pesangon, uang penghargaan, dan uang penggantian. Dampak bagi hak-hak pekerja ini tentu merupakan bentuk kerugian.

Pasal 39 UU Ciptaker memberi insentif dan diskresi kepada sektor ekstraksi. Pelaku usaha tambang mendapat pengenaan tarif 0 %. Ini artinya ada upaya menganak-emaskan sektor industri pertambangan. Sektor yang selama ini dipandang paling merusak lingkungan hidup dan mengancam ketahanan energi.

Pasal 64 UU Ciptaker mengubah beberapa pasal dalam UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan. Hal ini berpotensi menjadikan impor sebagai sumber utama penyediaan pangan masyarakat secara nasional. Secara tidak langsung, ini akan berdampak kepada kemandirian para petani yang seharusnya diprioritaskan sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.

Sampai di sini, dapat digambarkan bahwa UU Ciptaker memiliki dampak merugikan banyak pihak dan banyak sektor. Beberapa poin tentang dampak negatif dan merugikan yang akan timbul jika UU Ciptaker diterapkan. Baik di sektor pendidikan, jaminan hak buruh, konservasi sumber daya alam dan kerusakan lingkungan, ketahanan pangan dan keadilan sosial.

Kerugian atau dampak negatif dalam agama Islam disebut dengan mafsadah (jamak; mafasid). Agama Islam datang dengan membawa ajaran yang penuh rahmat (Qs. Al-Anbiya: 107). Kerahmatan Islam diwujudkan dengan menjaga umat manusia dari mafsadah, kerugian dan dampak negatif. Islam juga mengajarkan untuk secara aktif mewujudkan kebaikan bersama (maslahah ammah) (Qs. Hud: 88).

Para ahli filsafat hukum Islam (baca: maqasid syariah) menegaskan bahwa kehadiran agama adalah untuk mewujudkan kebaikan dan menjauhkan manusia dari keburukan. Imam Izzuddin bin Abdis Salam (w. 660 H.) mengatakan,

 أَمَرَ عِبَادَهُ بِكُلِّ خَيْرٍ؛ وَاجِبٍ أَوْ مَنْدُوبٍ، وَوَعَدَهُمْ بِالثَّوَابِ عَلَى قَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ بِقَوْلِهِ: {فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ} [الزلزلة: 7[

وَنَهَاهُمْ عَنْ كُلِّ شَرٍّ مُحَرَّمٍ أَوْ مَكْرُوهٍ، وَتَوَعَّدَهُمْ بِالْعِقَابِ عَلَى مَحْظُورٍ جَلِيلِهِ وَحَقِيرِهِ بِقَوْلِهِ: {وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ} [الزلزلة: 8] ، وَبِقَوْلِهِ: {وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ} [الأنبياء: 47[

Allah memerintahkan hamba-hambanya melakukan semua kebaikan, yang wajib maupun sunnah, dan menjanjikan pahala untuk mereka, baik sedikit maupun banyak, sebagaimana disebut dalam firman-Nya, Barang siapa melakukan kebaikan seberat biji zarah, dia akan mendapatkan balasannya (Qs. Zalzalah: 7). Allah melarang hambanya melakukan keburukan, haram atau makruh, dan mengancam mereka dengan hukuman, baik kecil maupun besar sebagaimana disebut dalam firman-Nya, Barang siapa melakukan keburukan seberat biji zarah, dia akan mendapatkan balasannya (Qs. Zalzalah: 8). Dan dalam firman Allah, Dan kami akan menegakkan peradilan yang adil pada hari kiamat (Qs. Al-Anbiya: 47).  (Qawa’id Al-Ahkam Fi Mashalih Al-Anam, jilid 1, hlm. 3).

UU Ciptaker bagi para penolaknya adalah bentuk keburukan. Menurut Imam Izzuddin bin Abdis Salam, keburukan adalah rasa sakit dan sebab-sebabnya, rasa sedih dan sebab-sebabnya (Qawa’id Al-Ahkam, jilid 1, hlm. 12). Tidak bisa merasakan pendidikan terbaik bagi anak-anak adalah rasa sedih. Ketiadaan jaminan atas hak-hak sebagai buruh adalah rasa sedih di depan mata. Kerentanan krisis pangan, terabaikannya para petani adalah rasa sedih yang teramat dalam, kerusakan lingkungan dan krisis energi adalah ancaman yang membuat orang bersedih.

Demikian ulasan singkat tentang UU Ciptaker dalam perspektif maqasid syariah. Semoga bermanfaat.    

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...