Beranda Keislaman Doa Wabah Campak di Kerinci Tahun 1950 dan Cara Ulama Jambi Menangkal Wabah...

Wabah Campak di Kerinci Tahun 1950 dan Cara Ulama Jambi Menangkal Wabah Dengan Mandi Limau Sampai Qunut Nazilah

Harakah.id Wabah Campak yang melanda Kerinci puluhan tahun lalu, membuat Kitab Ulama Kerinci dipenuhi doa dan amalan penangkal wabah. Salah satunya adalah Kitab Syeikh Ahmad Faqir al-Kerinci, yang menganjurkan Salat Hajar dan “mandi berlimau”.

Kitab-kitab ulama Kerinci dikenal banyak berisi doa-doa dan amalan-amalan penolak wabah. Ini bisa dimaklumi, mengingat pada tahun 1950, masyarakat Kerinci pernah terpapar wabah campak. Konon katanya, hampir setiap hari wabah tersebut memakan korban. Salah satu ulama yang disowani oleh masyarakat Kerinci untuk meminta doa dan amalah adalah Tuan Guru Haji Ahmad Faqir al-Kerinci.

Tuan Guru Haji Ahmad Faqir al-Kerinci kemudian menyarankan kepada untuk menjalankan salat hajat selama tiga malam berturut-turut. Di hari ketiga, yang pada saat itu  bertepatan pada hari Rabu bulan Safar, diadakan acara “mandi berlimau”. Alhamdulillah atas izin Allah wabah penyakit campak semakin berkurang.

Tradisi “mandi berlimau” adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang diwariskan secara turun temurun dan berkembang selama berabad-abad di beberapa wilayah sampai hari ini.

Tak hanya di Kerinci, di Bangka Belitung juga dikenal tradisi “mandi berlimau”. Tradisi “mandi berlimau” diawali dengan ziarah ke makam para ulama atau pahlawan. Setelah melakukan ziarah, masyarakat setempat pergi menuju sungai lalu melaksanakan “mandi berlimau”. Sementara di Sumatra Utara dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan diadakanya Mandi Limau istilah disana disebut Mandi Pangir atau Marpangir dalam bahasa Nias disebut “managawa”. Tradisi “mandi berlimau” atau “mandi balimau” juga dilakukan oleh sebagian masyarakat Minangkabau menjelang Ramadan.

Selain itu, dalam kitab رھسیا عمالن کیای صالح (Rahasia Amalan Kyai Soleh) yang disusun oleh Haji Muhammad Karim (Haji Mat Karam) Ibnu Haji Kecik, Kelantan Malaysia, “mandi berlimau”merupakan salah satu cara bertemu dengan Sultonul Aulia’ Syekh Abdul Qodir Jaelani. Wallahu a’lam bis shawab…

Kembali ke kisah wabah campak di Kerinci tahun 1950. Masyarakat pada akhirnya juga mengamalkan Qunut Nazilah yang secara khusus dibaca untuk menangkal wabah. Berikut teks bacaan Qunut Nazilah, seperti misalnya yang ada di Masjid Keramat Pulau Tengah Kerinci;

اللَّهُمَّ اهْدِنَــــا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَــــا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَــــا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَــا شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ .اَللَّهُمَ اكْشِفْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ مَالاَيَكْشِفُهُ غَيْرُكَ وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَــا مُحَمَّدٍ (ن) النَّبِيِّ اْلاُمِّي وَعَلٰى آلِــهِ وَصَحْبِهٖ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ.

Pada tahun 2014 di masjid keramat Pulau Tengah Kerinci saat terjadi kabut asap di Jambi doa qunut nazilah ini dibaca waktu rakaat kedua salat jumat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...