“Yang Pertama” dari Abu Bakar as-Shiddiq; Sahabat Pionir yang Kemuliaannya Dikonfirmasi Langsung Oleh Nabi

0
304

Harakah.idAbu Bakar al-Shiddiq memang sahabat istimewa. Keutamannya dikonfirmasi langsung oleh Rasulullah. Abu Bakar juga sahabat pionir, ia banyak menjadi “yang pertama” dalam banyak hal.

Sahabat Abu Bakar adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Hanya berselisih usia dua tahun dari Rasulullah, Abu Bakar sudah berteman dan sering berada dalam satu kafilah perdagangan dengan Rasulullah. Keberadaan Abu Bakar dan kontribusinya bagi kesuksesan dakwah Islam tentu tidak patut dipertanyakan lagi.

Namun kontribusi Abu Bakar tidak hanya berbekal kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau juga merupakan sosok yang cerdas, tegas, kreatif dan brilian. Banyak sekali keputusan yang diambil oleh Nabi, didasarkan dan dipengaruhi usulan Abu Bakar. Maka tidak heran jika setelah Nabi wafat, Abu Bakar lah sosok yang cocok menggantikan posisi Nabi sebagai orang pertama yang akan memimpin umat Islam.

Setelah Nabi wafat, banyak pihak yang mengkhawatirkan akan muncul banyak kerancuan dan kekacauan di segala lini. Dan benar, pasca Nabi wafat banyak sekali hal yang harus dijaga dan distabilkan oleh Abu Bakar. Wilayah-wilayah kekuasaan Islam mulai renggang, pemberontakan muncul, fenomena nabi palsu (ingat kasus Musailamah al-Kadzib) dan orang-orang yang tidak membayar zakat; adalah beberapa pekerjaan rumah berat yang dibebankan di punggung Abu Bakar.

Berikut hal-hal yang pertama, yang dilakukan oleh Abu Bakar, yang memiliki nilai luar biasa bagi Islam dan perkembangannya;

  1. Abu Bakar adalah yang pertama dari kalangan dewasa yang masuk Islam
  2. Abu Bakar adalah yang pertama mempercayai Isra’-Mi’raj Rasul
  3. Abu Bakar adalah yang pertama mengumpulkan al-Qur’an
  4. Abu Bakar adalah yang pertama mengenalkan istilah “mushaf”
  5. Abu Bakar adalah yang pertama digelari “khalifah”
  6. Abu Bakar adalah yang pertama membuat Baitul Mal

Itulah hal-hal “yang pertama” dari Sayyidina Abu Bakar. Masing-masing dari hal tersebut memiliki makna, peran dan dampak tersendiri yang berpengaruh besar bagi Islam dan kelanjutan dakwah Rasul.

Di luar itu, Abu Bakar sejatinya banyak menyumbang kontribusi yang datang dari insting dan kecerdasannya sebagai seorang pemimpin. Banyak sekali ijtihad-ijtihad baru yang Abu Bakar lakukan, yang sebelumnya tidak pernah ada di masa Nabi. Semasa beliau menjabat sebagai Khalifah, Islam berada di ujung tandung. Kewafatan Rasulullah meninggalkan retakan yang berpotensi meruntuhkan bangunan yang selama ini sudah dibangun. Andaikan bukan Abu Bakar yang melanjutkan estafet kepemimpinan, kita tidak pernah tahu apa jadinya Islam di kemudian hari?