fbpx
Beranda Tokoh “Yang Pertama” dari Abu Bakar as-Shiddiq; Sahabat Pionir yang Kemuliaannya Dikonfirmasi Langsung...

“Yang Pertama” dari Abu Bakar as-Shiddiq; Sahabat Pionir yang Kemuliaannya Dikonfirmasi Langsung Oleh Nabi

Harakah.idAbu Bakar al-Shiddiq memang sahabat istimewa. Keutamannya dikonfirmasi langsung oleh Rasulullah. Abu Bakar juga sahabat pionir, ia banyak menjadi “yang pertama” dalam banyak hal.

Sahabat Abu Bakar adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Hanya berselisih usia dua tahun dari Rasulullah, Abu Bakar sudah berteman dan sering berada dalam satu kafilah perdagangan dengan Rasulullah. Keberadaan Abu Bakar dan kontribusinya bagi kesuksesan dakwah Islam tentu tidak patut dipertanyakan lagi.

Namun kontribusi Abu Bakar tidak hanya berbekal kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau juga merupakan sosok yang cerdas, tegas, kreatif dan brilian. Banyak sekali keputusan yang diambil oleh Nabi, didasarkan dan dipengaruhi usulan Abu Bakar. Maka tidak heran jika setelah Nabi wafat, Abu Bakar lah sosok yang cocok menggantikan posisi Nabi sebagai orang pertama yang akan memimpin umat Islam.

Setelah Nabi wafat, banyak pihak yang mengkhawatirkan akan muncul banyak kerancuan dan kekacauan di segala lini. Dan benar, pasca Nabi wafat banyak sekali hal yang harus dijaga dan distabilkan oleh Abu Bakar. Wilayah-wilayah kekuasaan Islam mulai renggang, pemberontakan muncul, fenomena nabi palsu (ingat kasus Musailamah al-Kadzib) dan orang-orang yang tidak membayar zakat; adalah beberapa pekerjaan rumah berat yang dibebankan di punggung Abu Bakar.

Berikut hal-hal yang pertama, yang dilakukan oleh Abu Bakar, yang memiliki nilai luar biasa bagi Islam dan perkembangannya;

  1. Abu Bakar adalah yang pertama dari kalangan dewasa yang masuk Islam
  2. Abu Bakar adalah yang pertama mempercayai Isra’-Mi’raj Rasul
  3. Abu Bakar adalah yang pertama mengumpulkan al-Qur’an
  4. Abu Bakar adalah yang pertama mengenalkan istilah “mushaf”
  5. Abu Bakar adalah yang pertama digelari “khalifah”
  6. Abu Bakar adalah yang pertama membuat Baitul Mal
nucare-qurban

Itulah hal-hal “yang pertama” dari Sayyidina Abu Bakar. Masing-masing dari hal tersebut memiliki makna, peran dan dampak tersendiri yang berpengaruh besar bagi Islam dan kelanjutan dakwah Rasul.

Di luar itu, Abu Bakar sejatinya banyak menyumbang kontribusi yang datang dari insting dan kecerdasannya sebagai seorang pemimpin. Banyak sekali ijtihad-ijtihad baru yang Abu Bakar lakukan, yang sebelumnya tidak pernah ada di masa Nabi. Semasa beliau menjabat sebagai Khalifah, Islam berada di ujung tandung. Kewafatan Rasulullah meninggalkan retakan yang berpotensi meruntuhkan bangunan yang selama ini sudah dibangun. Andaikan bukan Abu Bakar yang melanjutkan estafet kepemimpinan, kita tidak pernah tahu apa jadinya Islam di kemudian hari?

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...